I’m With You | KyuMin FF | GS | Chap 12

I’m With You

Chap 12

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Warning : GenderSwitch, Typo(s), Newbie, Abal

Summary : Sungmin masih belum bisa melupakan kekasih hati yang dicintainya sejak dia duduk di Sekolah Dasar. Kyuhyun menawarkan bantuan untuk mengobati hatinya. Akankah Kyuhyun berhasil? Summary gagal -,-

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

.

.

Cklek

“Hahh”.

Sungmin menghempaskan tubuhnya pada single bed dengan bedcover berwarna pink miliknya. Rasa lelah telah menjalar di seluruh tubuhnya. Mengisi waktu luang dengan bekerja di kedai eskrim cukup melelahkan ternyata. Sungmin memang telah mendapatkan gelar sarjananya, Tuan Lee pun menyuruh Sungmin untuk bekerja di perusahaan keluarga. Tapi Sungmin menolaknya, ia belum siap jika harus meneruskan bisnis kelurganya. Lagipula sudah ada Kangin yang meneruskannya pikir Sungmin.

“Dia sudah kembali. Lalu apa yang akan terjadi setelah ini?”. Sungmin bergumam seraya menerawang langit kamarnya. Jantungnya yang sempat mati suri selama dua tahun ini kembali berfungsi setelah melihat Kyuhyun. Saat Kyuhyun pergi, setiap hari dia selalu berharap Kyuhyun tidak benar – benar pergi. Kyuhyun akan muncul pada esok harinya. Dia mencoba berpikir jika Kyuhyun hanya main – main dan sedang menyiapkan kejutan untuknya. Tapi nyatanya, Kyuhyun baru kembali setelah dua tahun lamanya.

Tess

Airmata kembali turun. Namun tidak ada isakan yang keluar dari bibir tipisnya. Sungmin menangis dalam diam, tatapan matanya kosong. “Tapi….dia sudah mempunyai kekasih. Dia sudah bahagia sekarang Sungmin-ah”. Senyum miris yang akhirnya tercetak di sudut bibirnya ketika dia mengingat pembicaraan dengan Kyuhyun sore itu.

Sungmin bangkit dari rebahannya. Dia menghapus airmatanya. “Tidak…setidaknya aku harus melakukan sesuatu. Aku harus mengatakan apa yang seharusnya kukatakan. Ya, harus!”.

.

.

~oOo~

.

.

.

“Selamat dat…ang”. Ucapan Sungmin terputus ketika melihat seorang namja yang dia kenal datang bersama seorang yeoja yang melingkarkan tangannya pada lengan sang namja

“Oh, hai Sungminnie. Aku mau memesan satu scoop eskrim blueberry dan satu scoop strawberry”. Kyuhun –Namja itu– tersenyum tulus.

“Ah, iya mohon tunggu sebentar”.

“Oppa. Kita mau memakan eskrim itu dimana?” Tanya sang yeoja manja. Kyuhyun tersenyum seraya mengulurkan tangannya membelai lembut rambut sang yeoja. “Kita makan disini saja ya chagiya~ Lihat disana ada meja kosong”. Ucap Kyuhyun menunjuk meja kosong dekat jendela. Yeoja itu mengangguk lucu.

“Ini pesanannya. Silahkan”. Sungmin membungkukan kepalanya.

“Terima kasih, Minnie. Ah yaa perkenalkan ini Lee Sungmin sahabat Ahra. Dan Ming, ini Lee Taemin, kekasihku”. Kyuhyun tersenyum misterius melihat wajah terkejut Sungmin. Namun setelahnya, ia harus kembali kecewa melihat raut wajah Sungmin yang terlihat biasa – biasa saja.

“Ne, Annyeong. Sungmin Imnida” Sungmin membungkukan badannya.

“Lee Taemin Imnida. Senang bertemu denganmu Sungmin-ssi”. Ucap Taemin setelah ikut membungkukan badan. Sungmin hanya membalasnya dengan senyuman. “Kalau begitu, kami permisi dulu Minnie”. Kyuhyun ‘tersenyum’ tulus dan melangkahkan kakinya ke tempat yang tersedia seraya menggenggam tangan yeoja yang ada di sebelahnya sejak tadi tanpa melihat gurat kesedihan yang tercetak jelas di wajah Sungmin

.

.

.

~oOo~

.

.

.

“Minnie”.

“Ya?”

“Kau belum tidur?”.

“Sebentar lagi Oppa. Waeyo?”. Sungmin yang tadinya hendak merebahkan diri di kasurnya mengurungkan niatnya ketika Kangin masuk kedalam.

Kangin mendekati Sungmin dan memposisikan diri disebelah Sungmin yang sedang duduk menyandar di kasurnya.

“Tadi, aku bertemu Ahra di Mall. Dia bilang…Kyuhyun sudah kembali. Apa…kau sudah…bertemu dengannya?” Tanya Kangin hati – hati sanbil terus memperhatikan raut wajah adiknya. Sungmin tersenyum sekilas. “Sudah” Jawabnya.

“Lalu?”

Sungmin mengkerutkan keningnya. “Lalu apa? Kami hanya berbicara sebentar karena kami bertemu secara tidak sengaja. Dia datang membeli eskrim di tempat ku bekerja”. Jawab Sungmin ringan.

“Apa saja yang kalian bicarakan?”. Tanya Kangin penasaran

Sungmin menolehkan kepalanya. “Tidak banyak. Hanya saling menanyakan kabar dan…”. sungmin menggantungkan kalimatnya yang semakin membuat Kangin penasaran. “Dan?”

Sungmin menarik nafasnya dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. “Dan dia memberikanku ucapan selamat atas hubunganku dan Jungmo Oppa”.

Kangin membelalakan matanya. “Mwo? Jadi dia mengira kau kembali pada Jungmo?”. Sungmin mengangguk lemah, sekarang dia merasa matanya mulai memanas.

“Jadi itu alasannya mengapa dia pergi begitu saja tanpa memberitahumu?”. Sungmin hanya bisa mengangguk lagi.

“Ck, anak itu!”. Geram Kangin kesal. Sesungguhnya Sungmin tidak ingin menceritakan ini. Tapi, dia sudah berjanji, untuk berbagi perasaannya setidaknya pada Kangin. Kangin tidak ingin melihat adiknya menahan semuanya sendiri lagi.

Kangin menoleh pada Sungmin yang sedang menundukan wajahnya. “Lalu? Apa kau sudah memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun, Min?”

Sungmin menggeleng “Untuk apa? Aku beritahu atau tidak, itu sudah tidak akan berpengaruh lagi untuknya Oppa”.

“Maksudmu?”

Lagi – lagi Sungmin menggeleng dan tersenyum. “Tidak apa. Aku sudah mengantuk sekarang Oppa. Aki ingi tidur cepat”.

Melihat Sungmin yang sepertinya sudah tidak ingin membahas masalah ini lagi, akhirnya Kangin mengalah. “Baiklah, Oppa keluar dulu. Jaljayo Sungminnie”.

.

.

~oOo~

.

.

.

Mall Of Korea

“Pokoknya aku harus mendapatkan kaset game itu! Aku akan berlatih sekuat tenaga agar aku dapat mengalahkanmu Oppa” Ucap yeoja itu bersemangat.

“Hahaha… percuma saja Chagiyaa~ kau terlalu cepat sepuluh tahun untuk bisa menang melawanku”.

Yeoja itu mengerucut imut mendengar ucapan kekasihnya. “Isshh, Oppa! Kau ini selalu saja tidak pernah mau mengalah padaku. Aku ini kan kekasihmu Oppa”. Sang yeoja merajuk kesal.

“Hahaha…tidak ada hubungannya antara kekasih dengan game Taeminnie~”. Taemin –yeoja itu– kembali merungut. “Haha, sudah jangan cemberut terus. Lebih baik sekarang kita cari makan siang. Kajja!” Sang Namja menggandeng tangan Taemin mesra. Sementara Taemin akhirnya kembali tersenyum dan mengangguk.

“Tapi, aku ingin ke toilet sebentar. Kau tunggu saja disini yaa”. Minho memberikan puppy eyes-nya. “Issh kau sudah jangan lama – lama. Aku sudah lapar”. Minho mengangguk cepat dan segera menuju ke toilet.

“Permisi”.

“Ya? Ada ap–” Taemin membelalakan matanya ‘Ommo. Dia kan Lee Sungmin. Sedang apa dia disini? Dan mengapa dia menghampiriku’

“Maaf. Kau Lee Taemin kekasih Cho Kyuhyun kan?” Tanya Sungmin hati – hati.

“N-ne. Kau Lee Sungmin, sahabat Ahra Eonnie kan?” Sungmin mengangguk. “Apa yang sedang kau lakukan disini? Kemana Kyuhyun? Kau tidak bersamanya?” tanya Sungmin curiga. Taemin mulai panik saat ini. Bagaimana tidak? Dia sedang bersama Minho hari ini. Dia takut Sungmin melihatnya bersama Minho tadi, sandiwaranya dengan Kyuhyun akan terbongkar dan itu akan berakibat dia tidak mendapatkan ilmu dari Kyuhyun untuk mengalahkan Minho. Oh, dia hanya berharap Minho tidak cepat – cepat keluar.

“Hai, Chagiyaa~ Mian membuatmu menunggu lama”. Minho menghampiri Taemin dan langsung memeluk pinggangnya. Sementara Taemin menjadi sangat tegang sekarang.

“Chagiya?”. Tanya Sungmin.

“Huh? Kau siapa? Apa temannya Taeminnie? Perkenalkan, Choi Minho, kekasih Lee Taemin”. Minho tersenyum tulus seraya membungkukan badannya memperkenalkan diri.

“Kekasih?” ulang Sungmin. “Hmm, Oppa kau tunggu di restoran itu sebentar, Ne? Aku ingin bicara dulu dengannya”. Jawab Taemin cepat. “Hmm.. baiklah”. Minho meninggalkan Sungmin dan Taemin berdua yang masih diselimuti hawa tegang.

“Eum…Sungmin-ssi. Aku–”

“Kau menghianati Kyuhyun? Kau menduakan cintanya? Mengapa kau tega melakukan itu Taemin-ssi? Bukankah Kyuhyun sangat menyayangimu? Apalagi yang kurang?”. Taemin yang tadinya berniat menjelaskan semua, mengurungkan niatnya ketika melihat raut wajah Sungmin. ‘Ah, aku ada ide’ batin Taemin.

“Lalu apa masalahmu Sungmin-ssi? Aku memang kekasih Kyuhyun, aku menyayanginya tapi aku juga mencintai Minho. Aku hanya ingin keduanya berada disisiku. Apa itu salah?”

Sungmin membulatkan matanya. “Tentu saja itu salah! Kau telah menyakiti hati kedua orang itu, terutama Kyuhyun! Jika kau memang tidak serius dan tidak tulus padanya, tolong jangan lakukan ini padanya. Kyuhyun akan sangat tersakiti jika dia mengetahui ini, melihat orang yang dicintainya menduakan cintanya seperti ini. Kyuhyun adalah namja yang baik Taemin-ssi”.

Taemin menyeringai penuh arti. “Kenapa sepertinya kau sangat mempedulikan perasaan Kyuhyun, Lee Sungmin? Apa ada sesuatu yang aku tidak tahu? Apa kau diam – diam menyembunyikan perasaan pada kekasihku?”.

“B-bukan begitu, aku hany–”

“Cih.. Aku beritahu satu hal Lee Sungmin, Kyuhyun sangat mencintaiku dia tidak akan mempercayaimu begitu saja meskipun kau mengatakan hal ini padanya. Dia akan tetap percaya padaku. Dan Kyuhyun memang pria baik, untuk itulah aku tidak ingin melepaskannya. Sudahlah, jangan kau campuri urusan kami. Aah. Aku sudah lapar, aku pamit dulu Sungmin-ssi. Kekasihku yang lain sudah menunggu lama. Annyeong”. Taemin melangkah pergi meninggalkan Sungmin yang masih terdiam sambil tersenyum penuh arti. Dia mengambil ponselnya segera dan mengirimkan pesan teks singkat.

To : Kyuhyun Oppa

Oppa, kau harus berterima kasih padaku kali ini.

.

.

~oOo~

.

.

.

Sungmin menikmati semilir angin senja sendiri di Taman ini. Hari ini dia sedang libur bekerja, untuk itulah dia berjalan – jalan ke Mall. Dan tanpa disangka Sungmin justru bertemu dengan ‘kekasih’ Kyuhyun yang sedang berkencan dengan namja lain. Awalnya, dia sudah berpikir untuk mengikhlaskan Kyuhyun dan memendam perasaannya saat dia melihat kasih sayang Kyuhyun yang terpancar bersama yeoja itu kemarin. Tapi sekarang, Sungmin tidak bisa tinggal diam jika ketulusan Kyuhyun di balas dengan penghianatan yeoja itu. Namun kembali lagi, apa yang harus dia lakukan? Dia tidak bisa memberitahu Kyuhyun langsung. “Apa Kyuhyun akan mempercayaiku?”. Gumam Sungmin.

Sreet

Satu cup eskrim tersaji dihadapan Sungmin melalui tangan seseorang. Sungmin menolehkan kepalanya untuk melihat sang pemberi eskrim. Dan betapa terkejutnya Sungmin melihat orang itu ternyata –”Kyuhyun?”

Kyuhyun tersenyum tulus. “Ini ambilah”. Sungmin mengangguk dan mengambil eskrim yang disodorkan untuknya. Kyuhyun ikut memposisikan diri di samping Sungmin. “Kau tidak berubah Ming. Masih tetap saja sering melamun di tempat ini”. Ucap Kyuhyun tanpa menolehkan wajahnya.

“Kyu~” cicit Sungmin

“Ya?” Kyuhyun menolehkan wajahnya dan itu semakin membuat Sungmin ragu. ‘apa aku harus mengatakannya? Bagaimana jika dia tidak percaya padaku? Tapi, jika tidak ku katakan…”

“Hey, Ming. Mengapa kau malah melamun? Tenang saja aku tidak membuntutimu kok, hanya sedang ingin berjalan – jalan di Taman ini”.

“Kyu~ tadi siang aku melihat Lee Taemin”. Ucap Sungmin yang masih terkesan ragu.

“Jinja? Kau melihatnya dimana? Aku sudah mengiriminya pesan berkali – kali namun tidak dibalas. Telepon-ku pun tidak dijawabnya”. Kyuhyun mendesah lemah, terlihat raut ‘sedih’ diwajahnya. Melihat itu membuat Sungmin menjadi tidak tega. Sungmin menarik nafasnya dalam untuk menguatkan hatinya.

“Aku melihatnya di Mall sedang bergandengan mesra dengan seorang namja”. Ucap Sungmin cepat. Kyuhyun menolehkan wajahnya kembali dan ‘terkejut’

“Mwo? Apa maksudmu Minnie-ah?”

“Aku bertemu dengannya tadi. Dan dia mengatakan kalau namja itu adalah kekasihnya juga. Dia berselingkuh dibelakangmu Kyu”. Ucap Sungmin pelan sambil menundukan wajahnya.

Kyuhyun memandang Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan. “Hahahaha… Sungmin-ah, mungkin kau salah lihat. Taemin tidak mungkin seperti itu. Dia sangat menyanyangiku. Lagipula, mana ada orang yang berselingkuh memberitahu orang lain yang kenal dengan kekasihnya. Itu sangat beresiko bukan?”

“Tapi Kyu, aku tidak bohong. Taemin mungkin memang menyayangimu, tapi dia juga mencintai namja itu. Dia tidak tulus padamu Kyu”. Sungmin berusaha meyakinkan Kyuhyun.

“Lalu? Kenapa kau memberitahuku semua ini? Bukankah ini tidak ada hubungannya denganmu?”.

“A-aku hanya tidak ingin kau tersakiti Kyu. Biar bagaimanapun kau kan adalah…kakak dari sahabatku, Ahra”

“Heuh..terima kasih kau telah berbaik hati padaku Minnie-ah. Tapi aku yakin Taemin tidak seperti itu. Aku pamit dulu. Annyeong”. Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Sungmin sendiri.

Tess

“Hiks… Kyu. Bahkan kau tidak mempercayaiku lagi”.

.

.

.

~oOo~

.

.

.

.

“Sungmin!”

“N-ne?”

“Kau kenapa? Dari tadi melamun terus. Cepat selesaikan ini sudah hampir malam”.

“N-ne, Daesung Oppa”. Saat ini Sungmin sedang berada di kedainya. Hari sudah malam dan saatnya menutup kedai. Tapi, sedari tadi Sungmin terus melamun memikirkan Kyuhyun. Sejak pertemuannya dengan Kyuhyun beberapa hari yang lalu, Sungmin selalu berusaha menghubungi Kyuhyun untuk meminta maaf. Namun, tidak pernah ada balasan dari namja itu. Kyuhyun pun tidak pernah lagi mendatangi kedai eskrim ini.

“Sungmin-ah. Semua sudah selesai. Kau boleh pulang. Terima kasih”.

“Ne, Daesung Oppa”. Sungmin segera mengambil jaket dan tasnya sebelum keluar kedai. “Brrr…udara malam ini dingin sekali”. Gumamnya seraya mengeratkan jaket tebalnya.

“Ming~”

“K-kyu? Sejak kapan kau berdiri disitu?”. Sungmin sedikit terkejut melihat Kyuhyun berdiri di bawah pohon dekat kedai eskrim

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin sambil tersenyum. “Baru beberapa menit. Kau sudah mau pulang? Mau jalan – jalan sebentar?” Sungmin terdiam sejenak lalu mengangguk perlahan.

.

.

.

.

Mereka berdua menyusuri indahnya langit malam kota Seoul. Berkeliling dengan sepeda motor hingga berakhir di tepi Sungai Han. Menikmati udara dingin di tepi Sungai sambil menyesapi secangkir kopi hangat. Rasanya benar – benar nikmat.

“Kyu”

“Ming”

Keduanya tersenyum canggung. “Errr.. kau duluan saja” seru Kyuhyun.

Sungmin mengangguk sekilas. “Kyu, aku ingin mint–”

“Aku minta maaf Ming”. Kyuhyun memotong ucapannya sekilas. Sungmin mendongak dan mengerutkan dahinya bingung. Kyuhyun menoleh dan menatap matanya. “Aku minta maaf atas kejadian sore itu. Tidak seharusnya aku berbicara sekasar itu. Mianhae”. Kyuhyun menunduk lemah.

“Tidak Kyu. Kau tidak perlu minta maaf. Aku yang seharusnya minta maaf. Memang tidak seharusnya aku mencampuri urusan kalian. Tapi…aku tidak berbohong soal itu”.

Kyuhyun menghela nafasnya. “Soal itu, aku sudah menanyakannya pada Taemin. Dan dia bilang saat itu dia sedang tidur dirumahnya. Jadi–”

“Jadi menurutmu, aku berbohong? Kau masih tidak mempercayaiku, Kyuhyun-ssi?”. Kyuhyun tersontak mendengar Sungmin memanggilnya dengan formal.

“Tidak..bukan begitu maksduku Ming. Aku hanya–”

“Kau hanya ingin membela kekasihmu. Aku tahu. Kau pasti lebih mempercayai kekasihmu dari pada aku yang bukan siapa – siapa kan? Bodohnya aku karena telah mengkhawatirkan perasaanmu”. Sungmin tersenyum miris.

“Ming, bukan begitu maksudku. Aku… Taemin?”. Sungmin mengikuti arah pandang Kyuhyun dan menangkap seorang yeoja yang tengah dibicarakan sedang bergandengan dengan seorang namja.

Merasa namanya disebut, Taemin menghentikan langkahnya. “Oppa? Apa yang kau lakukan disini?”. Sungmin mengernyit kala tak mendapati wajah panik Taemin yang sudah kepergok.

Kyuhyun berjalan mendekati Taemin dan langsung memberi deathglare. “Seharusnya aku yang bertanya padamu! Sedang apa kau disini, Hah?”. Wajah Taemin langsung berubah ‘panik’

“A-aku bisa menjelaskannya Oppa”.

“Tidak perlu ada yang di jelaskan! Kau bilang kau ingin tidur cepat malam ini. Aku mempercayaimu! Tapi apa yang kau lakukan sekarang, Hah?! Kau mengkhianatiku!” kyuhyun berteriak marah tepat di depan Taemin. ‘aktingnya bagus sekali. Aku jadi takut beneran’ Batin Taemin.

Taemin mengulurkan tangannya bermaksud menggenggam tangan Kyuhyun. Namun dengan cepat, Kyuhyun menghempaskan tangan mungil itu. “Oppa”. Ucap Taemin ‘sedih’.

“Jangan pernah temui aku lagi! Aku kecewa padamu. Kita berakhir sampai disini!” dan setelahnya Kyuhyun berlari kearah motornya dan langsung meninggalkan Sungai Han dengan kecepatan tinggi meninggalkan Sungmin dan ‘mantan kekasih’nya.

“Kyuhyun”. Gumam sungmin sedih melihat kepergian Kyuhyun.

.

.

.

.

Tuut tuut tuut

“Kyuhyun, kau dimana”. Sungmin terlihat resah saat panggilanya tak kunjung di jawab Kyuhyun. Saat ini Sungmin sedang berada di taxi sambil melihat – lihat jalanan kota malam Seoul berharap dapat menemukan Kyuhyun. Sungmin takut sesuatu terjadi pada Kyuhyun mengingat dia pergi mengendarai motor dengan pikiran kalut. “Ya Tuhan”.

Drrt drrt

“Yeobseyo?”

Yeobseyo, Minnie?”

“Ne, Ahra. Waeyo?”

Min, kau dimana? Bisa kau ke Rumah Sakit Seoul sekarang? Kyuhyun Oppa kecelakaan”.

“Mwo? K-kecelakaan? Aku akan segera kesana. Pak, ke Rumah Sakit Seoul sekarang juga”

.

.

.

Tap tap tap tap

“Minnie”

“Ahra. Dimana Kyuhyun sekarang? Bagaimana keadaannya?”

“Kyuhyun Oppa–”

Cklek

Sebelum Ahra menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang operasi terbuka memperlihatkan beberapa dokter keluar dengan wajah menyesal. Pandangan Sungmin jatuh pada seseorang yang berada di ranjang tersebut yang sudah ditutupi kain hingga ke wajahnya.

Tess

“Hiks.. Kyuhyun!” sungmin langsung menghampiri jasad tersebut dan memeluknya sambil meraung menangis. “Kyuhyun…hiksss. Mengapa kau meninggalkan ku lagi? Mengapa kau dengan seenaknya datang dan pergi? Hiikss..Aku bahkan belum sempat menyatakan perasaanku padamu Kyuhyun-ah. Aku mencintaimu Kyuhyun-ah. Aku mencintaimu sejak dua tahun lalu, tapi apa? Kau bahkan telah pergi sebelum aku mengucapkannya. Dan sekarang? Kau datang kembali dan sudah pergi lagi dalam waktu singkat. Hiiksss hikksss…ku mohon bangun Kyuhyun-ah. Bangunlah dan biarkan aku menatap matamu untuk mengatakan bahwa kau mencintaimu. Hiikksss… aku sangat mencintaimu Kyuhyun-ah. Aku Mohon bangunlah”. Sungmin masih terus berteriak pilu. Dia tidak sanggup lagi menjalani harinya jika seperti ini. “Aku mohon Kyu. Hikss. Bangunlah sayang. Aku mencintaimu”.

Sebuah sentuhan hangat terasa di bahu Sungmin. “Ming~”

“K-kyu?”

Bruuk

.

.

.

~oOo~

.

.

.

“Ming~ Sungmin sayang. Sadarlah”. Kyuhyun terus menepuk pipi Sungmin yang tidak sadarkan diri. Rupanya Sungmin begitu terkejut melihat Kyuhyun.

“Ck..Oppa! harusnya kau tidak muncul seperti itu tadi! Lihatkan Minnie sampai pingsan begitu melihatmu”. Ahra terus mondar – mandir sambil berkacak pinggang.

“Sudahlah Eonnie, duduk. Jangan mondar – mandir seperti itu! Bikin kepalaku pusing saja!”

“Ya! Kau Lee Taemin! Ini semua juga salahmu! Kau membuat Kyuhyun Oppa kecelakaan dan sekarang Sungminnie juga pingsan!” Ahra menunjuk Taemin dengan amarahnya.

“Mwo? Enak saja kau menyalahkanku. Aku kan sedang berkencan dengan Minho Oppa. Mana aku tahu ada Kyuhyun Oppa dan Sungmin Eonnie disana. Dan lagipula, Kyuhyun Oppa sendiri yang langsung berakting seperti itu”. Sahut Taemin tidak terima disalahkan.

“Kalian berdua bisa diam tidak? Sungmin masih belum sadarkan diri” ucap Kyuhyun pelan yang membuat kedua yeoja itu langsng terdiam.

“Eunghh~” terdengar lenguhan keluar dari bibir Sungmin.

“Ming~ kau sudah sadar. Syukurlah” ucap Kyuhyun senang. Sungmin masih menyesuaikan penglihatannya. Dengan perlahan dia menyentuh wajah Kyuhyun dan meraba setiap lekuk wajahnya. “Kyu~ ini benar kau?”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum. “Ne, Chagi. Ini aku. Kyuhyun-mu”

“Hikss.. kau masih hidup? Syukurlah, aku kira kau sudah…hikss…sudah”

Kyuhyun langsung mendekap tubuh Sungmin. “Hey, sudahlah. Aku tidak apa – apa. Hanya luka ringan saja. Aku ada disini sayang. Jangan menangis lagi yah”. Sungmin mengangguk dalam dekapan Kyuhyun. Lama mereka dalam posisi seperti ini. Mencoba menyesapi kehangatan yang tercipta. Setelah dirasa cukup, Sungmin melepaskan dekapannya perlahan, mengamati tiap inchi wajah tampan Kyuhyun.

“Kyu~ kau tidak akan meninggalkanku lagi kan?”

Kyuhyun tersenyum dan mengusap lembut pipi Sungmin, menghilangkan jejak airmata disana. “Memangnya, kau sedih jika aku tak ada disisimu? Memang kau merindukan aku? Bukankah sudah ada Jungmo Hyu–”

Chu~

Kyuhyun membelalakan matanya kaget. Ini pertama kalinya Sungmin menciumnya. Meskipun hanya kecupan singkat, tapi hal ini sudah bisa membuat jutaan kupu – kupu bertebaran di perutnya.

Sungmin menangkupkan wajah Kyuhyun. “Dengarkan aku! Aku tidak pernah kembali pada Jungmo Oppa. Aku hanya menganggapnya sebagai kakakku sekarang. Pria yang aku cintai adalah kau Cho Kyuhyun. Aku mencintaimu. Maukah kau tetap berada disisiku selamanya?”

Bagaikan terserang penyakit jantung, Kyuhyun hanya bisa terdiam. Ia terlalu bahagia saat ini. Rasanya seperti mimpi saat mendengar kata cinta dari pujaan hatimu. Melihat Kyuhyun yang tidak menunjukan reaksi apapun membuat Sungmin kalut. Dia menggigit bibirnya. “K-Kyu?”

Dan suara merdu itupun akhirnya dapat menyadarkan Cho Kyuhyun dari komanya.

Chu~

Kyuhyun mengecup bibiritu sekilas yang menyebabkan semburat merah muncul pada kedua pipi Sungmin. “Kau tahu, Ming? Kata – kata indah itulah yang ingin sekali aku dengar dari bibirmu. Aku mencintaimu Ming. Selamanya akan tetap mencintaimu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku berjanji. Saranghae”. Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya. Berniat menyatukan kembali bibir mereka.

“EHEEMM”

Suara cempreng dua yeoja menghentikan aksinya. Dia memandang kesal pada kedua adiknya yang berani mengganggu moment romantisnya. “Maaf mengganggu. Tapi tidak bisakah kalian menunggu? Kami masih disini” ucap Ahra ketus.

Sungmin yang baru menyadarinya, segera menundukan kepalanya malu. “Mian Ahra, aku tidak –eh? Taemin-ssi? K-kenapa kau ada disini?”

Taemin tersenyum dan berjalan mendekati Sungmin. “Annyeong Sungmin Eonnie. Perkenalkan, Aku Lee Taemin, sepupu dari Cho Kyuhyun”

“Mwo? Ja-jadi–”

“Mianhae Eonnie. Aku tak bermaksud melakukan itu padamu. Tapi Cho Kyuhyun babo ini terus meminta bantuanku. Aku jadi tidak tega melihat wajah iblisnya sengsara. Hehehe..dia sangat mencintaimu Eonnie”.

“Sudahlah Taeminnie. Lebih baik kita keluar sekarang. Kau tidak lihat wajah iblis itu sudah berubah?” ucap Ahra. Taemin hanya menganggukan kepalanya kaku.

“Baiklah. Kami keluar dulu ya Minnie. Hati – hati dengan iblis ini, Ne? Annyeong”. Ahra menarik tanganTaemin meniggalkan ruangan itu.

“Jadi? Ada yang ingin kau jelaskan padaku Cho Kyuhyun?” tanya Sungmin dingin.

“Mianhae Chagiya~ aku hanya ingin mengetahui isi hatimu yang sesungguhnya. Tapi kau lihatkan? Aku sudah mendapat ganjarannya. Untung saja lukaku tidak parah”. Sungmin yang tadinya ingin marah mengurungkan niatnya melihat perban di kaki dan kepala Kyuhyun. Ya, Kyuhyun memang mengalami kecelakaan sungguhan. Tapi beruntungnya dia hanya menderita luka ringan pada kepala dan kakinya.

“Aku yang harusnya minta maaf Kyu. Jika saja aku lebih peka dulu, mungkin ini semua tidak akan serumit ini. Andai saja aku lebih berani untuk mengakuinya. Kau seharusnya marah padaku Kyu. Tidak seharusnya kau memperlakukan aku yang sudah banyak menyakitimu sebaik ini. Aku–”

Chu~

Kyuhyun membungkam ocehan Sungmin dengan bibir tebalnya. Dia sangat merindukan rasa manis dari bibir Sungmin. Kyuhyun mulai melumat bibir Sungmin dengan lembut. Perlahan Sungmin mengalungkan lengannya pada leher Kyuhyun. Mulai membalas setiap lumatan yang Kyuhyun berikan. Ciuman itu mulai berubah semakin panas. Kyuhyun mulai berani memainkan lidahnya. Mencoba meminta akses lebih untuk merasakan goa hangat Sungmin. “Eunghh~” Sungmin mengeram mulai kehabisan nafas. Kyuhyun yang tahu itu mulai mengakhiri ciumanya dan menjauhkan wajahnya.

Wajah Sungmin sudah semerah tomat sekarang. Dia mencoba menundukan wajahnya sebelum Kyuhyun menahannya. Dengan perlahan diusapnya tetesan saliva pada bibir Sungmin. “Aku tidak pernah marah akan sikapmu dulu padaku Ming. Aku sangat mengerti bagaimana kau, dan karena itu aku mencintaimu. Dari awal, akulah yang terlalu bodoh. Aku terlalu takut pada kenyataan jika kau bukan untukku”.

“Kyu~”

“Saranghae, Ming. Jeongmal”. Kyuhyun kembali mencoba mendekatkan wajahnya. Saat jarak mereka tinggal satu senti, Kyuhyun mengentikan pergerakkannya. Dia menyeringai penu arti. “Bersiaplah, Ming. Karena dua minggu lagi. Aku akan menjadikanmu sebagai Nyonya Cho”

“Mwo? Kyuhmmmppptttt–”

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

 

~ MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPAS SELURUH ISI BLOG INI. TULISAN INI ADALAH MURNI HASIL KARYA SAYA SENDIRI. MOHON TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA ^^ ~

Please RCL

Iklan

6 thoughts on “I’m With You | KyuMin FF | GS | Chap 12

  1. huuuaaa~ chingu….
    ff mu bagus sekalii…
    aku suka sma ff mu ini..
    mian ya chingu, aku bru komen skrng..
    abisnya ke seru’an baca sih.. hhehehe
    jadinya smpe lupa mau komen.. mianhaeyo chingu..
    ku tunggu karya2 mu selanjutnya chingu..
    DAEBAKK! HWAITING CHINGU! ^^
    Jangan pantang meyerah chingu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s