Mean To Be? | KyuMin FF | GS | Chap 1

Mean to be?

 

Chap 1

 

 

Genre : Romance, Drama

 

 

Rate : T

 

 

Pairing : KyuMin

 

 

Warning : GenderSwitch, Typo(s), Newbie, Abal, OOC

 

 

Summary :Bagaimana jika seseorang yang kau kagumi dan cintai ternyata memang ditakdirkan untukmu? *summary gagal* KyuMin GS

 

 

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

.

.

Seperti biasa, dia memang selalu mempesona.

 

Sungmin POV

 

Hai, aku Lee Sungmin seorang siswi E.L.F High School tingkat dua. Tidak ada yang istimewa pada diriku ini. Tubuhku tidak tinggi dan sedikit -yeah berisi. Ingat berisi! Bukan gemuk! Oke? Maaf aku agak sensitif memang jika di singgung mengenai berat badan. Kapasitas otakku pun pas – pasan. Tidak pintar tapi tidak juga bodoh! Prestasiku pun, tidak ada. Aku juga tidak pandai dalam hal olahraga. Ingat kan? Semua yang ada di diriku ini pas – pasan! Meski yaah, sahabatku selalu bilang jika aku memiliki wajah yang manis dengan tingkat keimutan yang overload! Hihihi.. aku perlu berbangga akan hal itu.

 

Tapi sayangnya, wajah manisku ini tidak dapat menarik perhatian namja di sekolah ini T_T. Entahlah, mungkin karena aku tidak populer seperti yeoja – yeoja yang lain. Aku pun juga tidak ingin menjadi populer. Aku lebih suka berada di duniaku seperti ini, yang tenang dan damai. Jadi, aku dapat terus memperhatikan pangeranku.

 

Namanya Cho Kyuhyun. Dia adalah Sunbaeku. Berbeda denganku, dia sangat sempurna! Tubuhnya tinggi dan wajahnya sangat tampan. Dia selalu berprestasi, pada pelajaran maupun olahraga. Setengah dari piala yang terdapat di sekolah kami adalah hasil dari prestasinya. Dia pernah memenangkan Olimpiade Matematika tingkat Nasional! Dia juga membawa tim basket sekolah ini menjadi juara umum Nasional selama 3 tahun berturut – turut. Dan dia juga adalah Ketua Osis! Hebat bukan? Namun, dia adalah pribadi yang tidak banyak bicara. Malah bisa dibilang dia itu sangat dingin pada semua orang! Bahkan dia juga tidak segan melontarkan kalimat pedas pada siapapun yang mengganggunya. Tidak peduli itu yeoja sekalipun. Tapi, tetap saja itu tidak mengurangi pesonanya.

 

Dia adalah pangeran sekolah. Banyak sekali fansnya disini. Tidak sedikit yeoja yang mencoba menarik perhatiannya dengan memberikannya hadiah, mendekatinya untuk mengajak ngobrol, dan cara lain – lain. Namun, aku hanya bisa memandangnya dari jauh. Selama aku disini, belum pernah sekalipun aku bertegur sapa dengannya. Aku sangat malu jika berada didekatnya. Jangankan untuk menegurnya, menatap wajahnya dari dekat saja jantungku serasa ingin keluar. Heeuuhh, kalau seperti ini bagaimana dia akan menyadari keberadaanku?

 

“Minnie! Eh? Kenapa wajahmu begitu?”. Inilah sahabatku yang aku bilang tadi. Lee Hyukjae, aku biasa memanggilnya Hyukkie. Dia hampir sama denganku, tapi dia sangat ahli dalam dance. Bahkan dia menjadi ketuanya dalam ekskul dance.

 

“Tidak apa Hyukkie. Aku hanya sedang meratapi diri”. Jawabku tanpa mengalihkan pandangan dari Kyuhyun yang sedang duduk dan berbicara dengan sahabatnya juga.

 

“Kyuhyun lagi?”. Tanyanya dengan suara yang sedikit keras. Aku menatapnya horor dan menyuruhnya agar jangan berisik. “Husstt.. jangan kencang – kencang, nanti ada yang mendengar”.

 

“Memangnya kenapa jika ada yang dengar? Mereka juga sama sepertimu”. Hyukkie mengedarkan pandangannya pada kelas kami. Aku mengikuti arah pandangannya. Dan benar saja! Semua yeoja sedang berada di depan jendela dan memperhatikan Kyuhyun-ku! Aisshh.

 

“Aishh.. mereka itu!”. Geramku kesal namun kembali sedih. “Kenapa lagi?”. Tanya Hyukkie heran.

 

“Hyukkie, mereka juga sama denganku. Mereka menyukai Kyuhyun. Tapi bedanya, mereka semua pernah menegur Kyuhyun bahkan memberinya hadiah. Jadi, Kyuhyun pasti tahu keberadaan mereka bukan? Sedangkan aku…. aku hanya berani menatapnya dari jauh”. Aduku sedih. Sering aku mengutuk diriku sendiri yang penakut ini.

 

Kulihat Hyukkie menghela nafasnya dan ikut duduk disebelahku. “Salahmu sendiri! Setiap berpapasan dengannya, kau selalu lari dan kabur begitu saja. Kalau kau berada satu meter dekatnya saja gugup apalagi berbicara dengannya!”.

 

Aku merundukan kepalaku. Memang benar apa yang dibilang Hyukkie. Sebenarnya aku ingin sekali berada di dekatnya. Tapi, hati dan tubuhku tidak pernah bekerja sama. “Habisnya aku takut dia akan membalasku dengan sikapnya yang dingin Hyukkie. Bisa – bisa aku trauma jika begitu”. Jawabku memberi alasan.

 

“Salah sendiri kau menyukai pangeran es itu. Sebenarnya aku bingung, apa sih kau suka darinya? Aku tidak akan heran jika kau menyukai pangeran charming disebelahnya itu”. Hyukkie menatap namja di sebelah Kyuhyun dengan tatapan penuh cintanya. Ya, sejak awal masuk Hyukkie memang sudah jatuh cinta pada namja itu.

 

“Dia bukan tipeku. Liat saja wajah ikannya itu. Ya meskipun ku akui dia cukup tampan, tapi tubuhnya tidak setinggi Kyuhyun. Dia juga tidak bisa diam, playboy dan oh kau tahukan gosipnya kalau dia juga cengeng? Dia–“ #ini ngapa gue jadi ngucilin laki gue sendiri yaa T_T

 

“Ya ya ya! Berhenti bicara! Jika kau tidak menyukainya, jangan menghina MyLittleFishSweet seperti itu! Aku tidak terima!”. Hyukkie berteriak di hadapanku. Dia memang selalu emosi jika ada yang menjelekkan pangerannya. Ya, sebenarnya aku juga pasti akan begitu.

 

“Hehehe.. mianhae Hyukkie-ah. Aku kan hanya ingin menggodamu saja. Jangan marah begitu lah”. Aku berusaha membujuk Hyukkie yang sedang mengerucutkan bibirnya. Sungguh pemandangan yang lucu.

 

“Baiklah, aku memaafkanmu. Tapi kau jangan pernah lagi menghina Donghae-ku. Kau tahu, dia sangat mempesona. Apalagi jika dia sedang menunjukkan kemampuan dance-nya, auranya akan keluar. Kau pasti akan menyukainya”. Jawab Hyukkie sambil menerawang. Sudah bisa ku tebak apa yang dia pikirkan.

 

“Hyukkie Chagi~ jika aku juga menyukai Donghae, apa yang akan terjadi pada kita berdua?”. Ucapku mengembelikan kesadarannya.

 

Hyukkie sedikit tersentak. “Eoh? Kau benar juga Minnie. Jika kita menyukai namja yang sama, berarti kita adalah rival. Aku tak mungkin bersaing denganmu. Ah baguslah kau menyukai Cho Kyuhyun”. Ucap Hyukkie baru sadar.

 

Kami terdiam setelahnya. Sibuk dengan pikiran kami sambil memandang pujaan hati kami masing – masing sebelum terdengar bunyi bel masuk yang mengganggu kesennangan kami.

 

Sungmin POV End

.

.

~oOo~

.

.

.

“Hah.. lelahnya”. Saat ini Sungmin sudah berada di rumahnya. Sedikit merebahkan diri di sofa ruang tamunya setelah menjalani aktifitas sekolahnya yang cukup padat hari ini.

 

“Minnie? Kau sudah pulang?”. Terdengar suara dari dapur. “Ne, Umma”. Sahut Sungmin dan mulai bangun melangkah kearah dapur.

 

Terlihat seorang yeoja paruh baya yang cantik dan manis dengan lesung pipi yang menghiasi wajahnya sedang sibuk berkutat dengan masakannya. Yeoja tersebut membalikan tubuhnya ketika mendengar suara derap langkah Sungmin mendekat.

 

“Duduklah, sebentar lagi bulgogi ini matang. Kau belum makan kan?”. Sungmin tersenyum sumringah dan menggeleng bersemangat. Kemudian dia mengambil posisi duduk di kursi meja makan yang dekat dengan dapur.

 

Tak perlu menunggu lama, makan siang kesukaan Sungmin tersaji dihadapannya. “Selamat makan”. Ucap Sungmin bersemngat menyantap makanannya. Leeteuk –Umma Sungmin– tersenyum melihat anaknya bersemangat.

 

Tiba – tiba Leeteuk mengingat sesuatu. “Hmm.. Min”

 

“Hmm?”

 

“Kau masih ingat Heechul Ahjumma kan?”. Tanya Leeteuk.

 

Sungmin memiringkan kepalanya berusaha mengingat. “Heechul Ahjumma? Nugu?”. Tanya Sungin berhenti mengunyah.

 

“Aisshh.. masa kau lupa padanya?”. Sungmin hanya mengedikan bahunya dan melanjutkan makanannya.

 

“Heechul Ahjumma. Teman Umma dulu. Dia yang memberikanmu Mr. Bunny saat kau TK. Lalu setelahnya dia pergi ke China bersama suami dan anaknya. Masa kau tidak ingat? Dia kan sangat menyayangimu. Dia selalu membawamu ikut serta jika pergi jalan – jalan bersama keluarganya”. Terang Leeteuk berharap Sungmin mengingat.

 

“Ah.. heechul Ahjumma yang cantik itu? Yang bertubuh tinggi putih tapi sedikit judes itu?”. Ucap Sungmin akhirnya.

 

Leeteuk tersenyum. “Ne, akhirnya kau mengingatnya juga”. Ucap Leeteuk lega.

 

“Ya, aku ingat. Tapi sepertinya aku sedikit melupakan wajahnya. Heechul Ahjumma kan sudah lama sekali pergi. Memangnya ada apa Umma?”. Tanya Sungmin masih ingin melanjutkan makan siangnya.

 

“Dia menghubungi Umma. Katanya besok dia akan kembali ke Seoul”. Ucap Leeteuk berbinar. Dia sangat merindukan sahabatnya itu.

 

“Benarkah? Wah senang sekali. Aku ingin melihat Heechul Ahjumma seperti apa sekarang”. Ucap Sungmin ikut senang.

 

“Ne, dan yang lebih membuat Umma senang adalah Rencana kami berdua sebelas tahun lalu sepertinya akan segera terlaksana. Dan setelah itu hubungan kami pasti akan semakin erat. Kyaaaa… aku sudah tidak sabar”. Terang Leeteuk lagi yang kali ini membuat Sungmin mengerutkan dahinya melihat Umma-nya sesenang itu.

 

“Memangnya, apa yang kalian rencanakan Umma?” tanya Sungmin penasaran.

 

Leeteuk langsung berhenti dari fantasinya. Dia menoleh kearah Sungmin yang sedang memandangnya penuh tanya. “Eh.. eoh.. adalah… itu.. nanti juga kau tahu. Sudahlah sekarang lebih baik kau istirahat saja. Tapi sebelum itu kau cuci piring dulu”. Jawab Leeteuk tergugup namun langsung dapat mengalihkan pembicaraan. Dia mulai pergi meninggalkan meja makan –menghindari pertanyaan Sungmin– dan bergegas menuju kamarnya.

 

“Ada apa dengan Umma?”. Gumam Sungmin.

.

.

.

.

“Baiklah semua, cukup untuk hari ini. Jangan lupa kita tetap harus berlatih sendiri untuk menyempurnakan koreo kita nanti”. Ucap Eunhyuk kepada teman – temannya.

 

“Sip Eunhyuk chagi!” jawab mereka serempak.

 

“Aishh.. kalian ini”. Ucap Eunhyuk sedikit malu. “Baiklah, kita bertemu lagi lusa”. Eunhyuk membunggukan badannya dan dibalas oleh semua temannya.

 

Eunhyuk berjalan kearah sudut ruangan, membenahi barang – barangnya. “Hari ini cukup melelahkan. Tapi untunglah, sebentar lagi ini akan sempurna”. Ucapnya tersenyum bangga. Eunhyuk segera membalikan badannya menuju pintu keluar. Ketika itu juga dia mematung. Pujaan hatinya sedang berada dua meter darinya. Dia berjalan masuk keruangan dance ini dengan tangan yang ada di saku celananya dan matanya yang memandang kesekeliling. Sepertinya dia belum menyadari keberadaan Eunhyuk.

 

Eunhyuk masih setia pada posisinya. Sekarang dia mengutuk dirinya sendiri. Bisa – bisanya dia tadi siang menasihati Sungmin, tapi lihat dia sekarang? Bukankah sama saja?.

 

Akhirnya pandangan mereka bertemu. Eunhyuk yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan Donghae terkejut saat pandangan Donghae akhirnya jatuh padanya. Jantungnya seakan keluar saat Donghae tersenyum manis kearahnya. ‘Oh Tuhan. Senyumnya manis sekali. Dan itu untukku!’ Teriaknya dalam hati.

 

“Kau masih ada disini? Aku kira tempat ini sudah sepi”. Ucap Donghae mulai melangkah mendekati Eunhyuk.

 

“Eoh? Aku baru akan pulang Sunbae”. Ucap Eunhyuk ramah.

 

“Jangan panggil aku Sunbae, panggil saja namaku”. Ucap Donghae yang masih memperhatikan Eunhyuk.

 

“Eeoh? Baiklah Donghae-ssi. Hmm… saya permisi pamit dulu Donghae-ssi. Annyeong”. Ucap Eunhyuk membungkukan badannya. Dia mulai melangkah keluar melewati Donghae.

 

Sreet

 

Eunhyuk sangat terkejut ketika lengannya ditahan. “D-Donghae-ssi?”. Tanyanya heran sedikit gugup.

 

Donghae melepaskan tangannya dan menggaruk tengkuknya sendiri. “Eum.. begini. Apakah kau sedang buru – buru? Maksudku apakah kau ada waktu sebentar?”.

 

“Tidak, aku tidak sedang buru – buru. Memangnya ada apa Donghae-ssi?”. Tanya Eunhyuk sedikit heran.

 

“Hemm.. begini. Maukah kau menari bersamaku?”. Tanya Donghae sedikit malu.

 

Deg

 

“Kau kan tahu aku sudah tingkat akhir. Dan semua siswa tingkat-ku tidak diperbolehkan mengikuti ekskul lagi kecuali OSIS. Padahal aku sangat menyukai dance. Jika aku melakukannya di rumah tidak asik karena hanya sendirian. Mumpung sekarang sekolah sudah agak sepi dan kau ada disini. Maukah kau berlatih bersamaku?”. Tanya Donghae penuh harap dan memandang lekat ke mata Eunhyuk

 

Deg

 

‘Ommo! Apakah ini mimpi? Donghae sekarang sangat berada di dekatku dan mengajakku berlatih dance bersama? Ya Tuhan jika memang ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dulu’. Batin Eunhyuk.

 

“Eunhyuk-ssi?” Tanya Donghae yang tidak kunjung mendengar jawaban dari Eunhyuk.

 

“N-ne? B-baiklah. Aku mau Donghae-ssi”. Jawab Eunhyuk malu – malu menundukan wajahnya. Donghae tersenyum manis seraya mengulurkan tangannya menggenggam tangan Eunhyuk.

 

“Mari kita lakukan”. Ucapnya sambil membawa Eunhyuk ke tengah ruang latihan.

.

.

.

~oOo~

.

.

.

“Hoaahhmmm.. aku masih mengantuk. Harusnya tadi malam aku tidak usah menonton pertandingan sepak bola”. Racau Sungmin sambil mengucek – ngucek matanya. Dia terlihat mengantuk sekali pagi ini. Terbukti dari cara jalannya yang tidak benar dan tidak melihat jalan yang sedang di perbaiki dihadapannya.

 

“Nona! Awas! Di depanmu ada lubang!”. Seorang pekerja yang melihat Sungmin menghampiri lubang tersebut berteriak.

 

“Eh? Huuuaaaa…”. Sungmin terlambat menyadarinya. Namun, “Eh?”. Sungmin membuka matanya saat menyadari ternyata tubuhnya tidak terjerembab kedalam lubang. ‘Ada apa ini?’ Batin Sungmin heran.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya saat merasakan ada sepasang lengan yang melingkari perutnya menahan tubuhnya.

 

“Kau terlalu ceroboh Sungmin-ah”.

 

Deg

 

‘Suara itu?’

 

Sungmin membalikan tubuhnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang Cho Kyuhyun yang memeluknya dari belakang. “K-kyuhyun Sunbae?”.

 

Kyuhyun memandang Sungmin datar dan melepaskan lengannya yang berada di perut Sungmin. “Jangan berjalan sambil mengantuk, nanti kau bisa celaka”. Ucap Kyuhyun datar. Sementara Sungmin? Dia hanya tertunduk tidak berani menatap Kyuhyun.

 

“Ini”.

 

Akhirnya Sungmin mengangkat wajahnya ketika Kyuhyun menyodorkan sesuatu. “Ini ambilah. Tadi aku sempat membeli sekaleng kopi dingin. Tapi sepertinya kau lebih membutuhkannya”. Ucap Kyuhyun tetap dengan nada datar.

 

“K-Kyuhyun Sunbae?”

 

Melihat gelagat Sungmin yang sepertinya akan lama, Kyuhyun mengambil tangan Sungmin dan memaksanya menggenggam kopi kaleng pemberiannya. “Minumlah”. Perintah Kyuhyun melepaskan tangannya den dengan reflek mengacak rambut Sungmin perlahan sebelum melangkah pergi menuju gerbang sekolah yang dekat.

 

Sungmin mematung di tempatnya. ‘Ini? Mimpikah?’ Batin Sungmin sambil memegang perut, tangan dan kepalanya yang tadi di sentuh Kyuhyun.

 

“T-tunggu dulu!”. Gumam Sungmin setelah menyadari sesuatu yang aneh. “Bukankah tadi Kyuhun Sunbae menyebut namaku?”. Gumam Sungmin masih berpikir. Sedetik kemudian wajahnya langsung berubah.

 

“Ya Tuhan. Kyuhyun Sunbae tahu namaku. Dia tahu namaku! Yeaahh yeaahh!”. Sungmin melompat kegirangan. Rasa kantuknya tiba – tiba saja hilang entah kemana.

 

“PINTU GERBANG AKAN DI TUTUP!!”. Teriak penjaga gerbang membuyarkan kebahagiaan Sungmin.

 

“Ommo! TUNGGU PAK!”. Setelahnya Sungmin segera berlari sebelum pintu gerbang sekolahnya benar – benar ditutp.

.

.

.

Suara bel istirahat sudah berbunyi sejak lima menit lalu. Namun sepertinya dua orang yeoja ini masih betah tidak beranjak dari posisinya. Sedari tadi dua yeoja ini hanya duduk sambil menopang dagu mereka dan tersenyum sendiri. Kelihatannya mereka sudah mulai gila. Secara tidak sengaja, pandangan mereka bertemu. Dan setelahnya mereka saling tertawa.

 

“Minnie” “Hyukkie”

 

“hehehe.. kita ini kenapa ya? Kau saja duluan Minnie”. Ucap Eunhyuk mengalah terlebih dahulu. Sungmin tersenyum dan mengangguk.

 

“Kau tahu Hyukkie? Hari ini aku hampir terjatuh ke dalam lubang galian di depan sekolah”. Terang Sungmin.

 

“Mwo? Benarkah? Tapi kau tidak apa – apa kan?”. Tanya Eunhyuk khawatir sambil memeriksa keadaan Sungmin.

 

Sungmin mengangguk. “Hmm.. tapi aku harus berterima kasih pada lubang itu”. Eunhyuk mengerutkan keningnya heran.

 

“Saat aku hendak jatuh, ada sepasang lengan yang menahanku. Kau tahu itu siapa? Kyuhyun, Hyukkie! Kyuhyun yang menolongku!”. Ujar Sungmin menggebu – gebu. Eunhyuk membulatkan matanya. “Jeongmalyo?”.

 

Sungmin mengangguk semangat. “Hu’um. Bukan hanya itu. Dia memberikanku sekaleng kopi dingin agar aku tidak mengantuk. Dan.. sebelum dia pergi, dia.. dia sempat menyentuh kepalaku dan mengacak lembut rambutku. Kyaaa… Hyukkiee.. aku sangat bahagia!”. Teriak Sungmin yang langsung memeluk Eunhyuk. Untung saja saat ini adalah jam istirahat dan kelas pun sepi.

 

“Waah, aku juga senang mendengarnya Sungminniee. Selamat yaa akhirnya kau bisa berbicara dengan pangeranmu juga”. Ucap Eunhyuk senang. Sungmin melepaskan pelukannya masih dengan menatap Eunhyuk.

 

“Tapi ada yang aneh Hyukkie”. Ucap Sungmin. Eunhyuk yang tadinya tersenyum jadi sedikit mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sungmin selanjutnya. “Maksudmu?”

 

“Kau tahu bukan, kalau aku tidak pernah berbicara pada Kyuhyun hingga tadi pagi? Tapi mengapa dia bisa tahu namaku?”. Ujar Sungmin menggebu. Eunhyuk sedikit membulatkan mata. “Kyuhyun? Tahu namamu? Bagaimana bisa?” Eunhyuk balik bertanya.

 

“Justru itulah yang membuatku terkejut. Yah, walaupun tak bisa dipungkiri aku sangat senang akan hal itu. Tapi, bagaimana dia bisa tahu namaku? Bahkan aku tidak pernah memunculkan diri dihadapannya apalagi berbicara dengannya”.

 

Tiba – tiba Eunhyuk menjentikan jarinya. “Aku tahu Min. Jangan – jangan Kyuhyun diam – diam juga menyukaimu”. Ujar Eunhyuk mantap.

 

“MWO?? Itu tidak mungkin Eunhyuk-ah. Dia mengenalku saja tidak bagaimana bisa dia menyukaiku. Lagipula siapa aku? Mana mungkin dia menyukai yeoja sepertiku”. Ucap Sungmin merendah. Namun, semburat tipis terlihat di permukaan pipinya.

 

“Aisshh.. kenapa kau rendah diri begitu, Min? Bukankah sudah berapa kali aku bilang, kau itu sangat manis. Aku rasa bukan hal yang mustahil jika Cho Kyuhyun jatuh pada pesonamu itu. Lagipula kau yang bilang sendiri kan, kalau Kyuhyun menyebut namamu tadi?”.

 

Sungmin terdiam. Sebenarnya dia juga sempat memeikirkan hal yang sama. Namun, ia cepat – cepat menghilangkannya. Sungmin tidak mau terlalu jauh mengkhayal.

 

“Aku juga tidak terlalu yakin Hyukkie-ah”. Jawab Sungmin yang hanya dibalas helaan berat sang sahabat.

 

“Sudahlah, sekarang giliranmu. Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?”. Sungmin sedikit memicingkan matanya curiga.

 

Semburat tipis terlihat di pipi Eunhyuk. “Eum… Aku… kemarin… aku berlatih dance bersama Donghae sampai malam lalau dia mengantarku pulang ke rumah”. Ucap Eunhyuk cepat. Sungmin mengerjapkan matanya berulang – ulang mencoba mengerti ucapan Eunhyuk. “Hyukkie… kau… dan Donghae… dance?” ucap Sungmin terbata – bata.

 

Eunhyuk mengangguk menyembunyikan wajahnya. “Kyaaaa….. Eunhyuk.. Chukkae!! Huaaa aku senaannggg mendengarnya”. Sungmin kembali memeluk tubuh Eunhyuk erat.

 

“Aku juga sangat bahagia Min. Kau tahu, kemarin adalah hari terindah dalam hidupku”. Sungmin melepaskan pelukannya dan tersenyum senang. “Semoga hari berikutnya akan tetap menjadi hari terindah untuk kita Hyukkie”. Ucap Sungmin penuh harap yang langsung diberi anggukan manatp Eunhyuk.

.

.

.

.

“Isshhh.. buku – buku ini berat sekali! Kenapa aku yang disuruh membawanya”. Gerutu Sungmin mengerucutkan bibirnya. Dia terlihat kesusahan membawa setumpuk buku – buku tebal dari kelasnya menuju ruang guru yang berada di ujung koridor. “Dasar ketua kelas tak berperasaan! Mengapa dia seenaknya menyuruhku? Meskipun aku wakilnya, tapi tetap saja aku seorang yeoja! Dan lagi kenapa aku mau saja diperintah olehnya?! Mana tidak ada yang membantuku lagi. Memangnya ini tidak berat apa!”. Sungmin masih sibuk menggerutu sampai dia tidak menyadari ada seoarang namja yang sedang berlari mundur kearahnya.

 

Bruukkk

 

“Aw!”. Rintih Sungmin kesakitan.

 

“Aisshh.. yeoja pendek! Kalau jalan pakai mata!” teriak namja itu setelah berhasil bangkit.

 

“Ya! Kau yang menabrakku, mengapa kau jadi menyalahkanku? Cepat minta maaf dan rapikan semua buku – buku itu”. Perintah Sungmin tak kalah galak.

 

Namja itu membelalakan matanya terkejut. “MWO? Kau berani berteriak dan memerintahu seperti itu? Dasar Hoobae kurang ajar! Harusnya kau menghormati Sunbaemu!”. Bentak sang Namja tidak terima. Untung saja koridor ini sepi, jauh dari kelas dan juga ruang guru. Jadi tidak ada yang mendengar teriakan mereka.

 

Sungmin meletakkan tangannya di pinggang. Bersikap seolah menantang. “Untuk apa aku menghormati Sunbae sepertimu? Kau tidak pantas untuk dihormati. Biar ku tebak, kau pasti membolos pelajaran lagi kan makanya kau berlari mundur mengendap seperti itu?”. Ujar Sungmin menyeringai.

 

Namja itu semakin emosi melihat tingkah Hoobaenya itu. Dengan penuh amarah, ia memukul kepala Sungmin. Tidak keras, namun cukup menyakitkan.”Ya! apa – apaan kau?!”. Teriak Sungmin tidak terima.

 

“Hoobae sepertimu pantas mendapatkannya. Sudahlah, aku malas berdebat denganmu”. Dan setelahnya sang Namja segera berlari meninggalkan Sungmin dan buku – bukunya yang berserakan.

 

“Ya! Kim Jungmo! Kembali kau! Kau belum meminta maaf dan belum bertanggung jawab! Ya!”. Sungmin terus berteriak melihat Jungmo yang sudah menjauh. “Aisshhh..” Sungmin mengacak rambutnya kesal.

 

“Aw..” rintihan Sungmin terdengar lagi ketika dia akan memungut buku – buku itu. Terlihat jarinya yang tergores cukup dalam sehingga mengeluarkan darah segar. “Ini? Kenapa jariku bisa berdarah?”. Gumam Sungmin. “Rasanya aku tidak merasa tergores apapun”. Ucap Sungmin lagi masih melihat darah yang terus keluar dari Jarinya.

 

“Kau memang ceroboh”

 

“Eh?”

.

.

.

TBC

.

.

.

~ MOHON UNTUK TIDAK MENG-COPAS SELURUH ISI BLOG INI. TULISAN INI ADALAH MURNI HASIL KARYA SAYA SENDIRI. MOHON TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA ^^ ~

 

Please RCL 🙂

 

Iklan

5 thoughts on “Mean To Be? | KyuMin FF | GS | Chap 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s