Mean To Be? | KyuMin FF | GS | Chap 7

Mean to be?

 

Chap 7

 

 

Genre : Romance, Drama

 

 

Rate : T

 

 

Pairing : KyuMin

 

 

Warning : GenderSwitch, Typo(s), Newbie, Abal, OOC

 

 

Summary : Bagaimana jika seseorang yang kau kagumi dan cintai ternyata memang ditakdirkan untukmu? *summary gagal* KyuMin GS

 

 

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

.

“Aigoo… Yesungie? Eotteohke?”

 

Heechul menghela nafasnya frustasi. Berulang kali dia mencoba menghubungi ponsel Yesung maupun Sungmin namun tidak ada satupun yang aktif. Leeteuk memijat pelipisnya. Dia sangat pusing dengan keadaan ini. Terlebih lagi puteri semata wayangnya dibawa kabur oleh manusia kura – kura. Meski dia yakin kalau Yesung tidak akan melakukakan hal macam – macam pada puterinya, tapi tetap saja dia sangat mengkhawatirkan Sungmin yang diangkut paksa tadi.

 

“Chullie-ah. Bagaimana kau bisa menjelaskan ini? Kau bilang Yesungie tidak apa, tapi kau lihatkan? Dia tiba – tiba datang dan membawa puteriku pergi. Aigoo…”

 

Ujar Leeteuk khawatir pada Heechul yang berjalan mondar – mandir di depannya. “Mianhae Eonnie. Aku juga tidak tahu kalau Yesung akan bertindak seperti itu. Ck.. kemana lagi Kyuhyun” Heechul menekan ponselnya geram ketika panggilannya juga tidak diangkat Kyuhyun.

 

“Kira – kira mereka kemana ya? Kyuhyun mencari mereka kemana Chullie-ah?”

 

Heechul menggeleng lemah. “Nan Molla Eonnie” ucapnya seraya memposisikan diri disebelah Leeteuk. “Aku minta maaf atas kelakuan anakku Eonnie. Jeongmal Mianhae” ucapnya sendu.

 

Leeteuk menghela nafasnya. “Sudahlah. Kau juga kan tidak tahu. Mungkin saja Yesung perlu bicara pada Sungmin berdua” ujar Leeteuk tampak bijaksana.

 

“Gomawo Eonnie. Tapi…. setelah ini Eonnie akan tetap memberikan Minnie untuk jadi menantuku kan?” tanya Heechul takut.

 

“Kau tenang saja Chullie-ah. Tapi aku harap siapapun anakmu yang dipilih Minnie nantinya, anakmu yang lain bisa terima. Jika tidak, aku tak akan bisa Chullie-ah”.

.

.

.

Cklek

 

Brukk

 

Kyuhyun menghempaskan diri di salah satu sofa ruang tamunya dan merebahkan diri disana. Rasanya sangat lelah jika mengelilingi semua tempat dengan perasaan gundah untuk mencari kekasihmu yang dibawa kabur orang lain.

 

Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi. Hari sudah hampir malam, namun dia belum juga bisa menemukan Yesung dan Sungmin. Sebenarnya dia masih ingin mencari mereka, tapi Donghae memberi pengertian agar dia lebih baik beristirahat dulu. Donghae meyakinkan kalau Yesung tidak mungkin melakukan hal macam – macam.

 

“Kyuhyun-ah”

 

Kyuhyun menoleh kearah sumber suara. “Ada apa Umma?” tanyanya.

 

“Kyu… Umma baru saja mendapat telepon dari Leeteuk Umma. Katanya Sunminnie baru saja pulang Kyu” Kyuhyun sontak menegakan tubuhnya ketika mendengar berita itu.

 

“Jeongmal? Lalu bagaimana dengan dia sekarang Umma. Dia tidak apa – apa kan? Apa dia bercerita kemana saja dia?” Kyuhyun memberondong pertanyaan.

 

Heechul menghela nafas sejenak. “Sungminnie baik – baik saja Kyu. Memang kau pikir apa yang dilakukan Hyung-mu? Dia tidak menceritakan apapun. Saat sampai rumah dia langsung pergi kekamarnya. Dia hanya bilang kalau dia lelah” ucap Heechul menjelaskan.

 

“Lantas, kemana Yesung Hyung?”

 

Cklek~

 

Pintu terbuka bersamaan dengan munculnya sosok yang baru saja dibicarakan.”Umma? Kyuhyun? Sedang apa kalian disana?” tanya Yesung santai mengabaikan tatapan tajam sang adik padanya.

 

“Hyung! Darimana saja kau? Kemana kau membawa Sungmin-ku? Apa yang kau lakukan padanya, hah?” tanya Kyuhyun geram saat dilihatnya Yesung yang seperti tidak ada apa –apa.

 

“Hanya berjalan – jalan. Umma, aku mau tidur, besok bangunkan aku jam sepuluh saja” Yesung berjalan santai melewati Kyuhyun dan Heechul menuju kamarnya. Tidak dihiraukannya pertanyaan Kyuhyun beserta tatapan tajamnya.

 

“Ya! Hyung!” teriak Kyuhyun tidak terima.

 

“Sudahlah Kyu. Biarkan Hyung-mu itu berisirahat dulu. Besok Umma yang akan bicara padanya”

 

“Tapi, Umma–“

 

“Sudah, lebih baik kau juga beristirahat. Besok kau masih harus ke sekolah” potong Heechul cepat. Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan seraya melangkahkan kaki menuju kamar tidurnya.

 

‘Besok biar aku bicara pada Sungmin’ ucapnya dalam hati.

.

.

=ooooo=

.

.

.

“Sungmin!”

 

Sungmin yang sedang berjalan di koridor sekolah menghentikan langkahnya sejenak dan menoleh kepada orang yang memanggilnya. Senyuman langsung merekah disudut bibirnya saat tahu siapa yang memanggilnya.

 

“Pagi” sapanya riang.

 

“Ming? Kau tidak apa- apa kan? Kau pergi kemana saja kemarin? Kenapa ponselmu dimatikan? Yesung Hyung tidak memintamu melakukan hal aneh kan?” tanpa menjawab sapaan Sungmin, Kyuhyun langsung memberondong pertanyaan sambil mengecek tubuh wajah dan tubuh Sungmin.

 

Sungmin terkekeh kecil melihat wajah khawatir Kyuhyun. “Kau ini berlebihan sekali, Kyu. Memang apa yang akan dilakukan Yesung Oppa padaku, hm? Tenang saja, aku baik – baik saja” jelas Sungmin dengan senyum terbaiknya.

 

Kyuhyun sedikit bernafas lega melihat senyum Sungmin. Kemudian dia merangkul bahu Sungmin dan berjalan beriringan ke kelas Sungmin.

 

“Kau dari mana saja kemarin, Ming? Tak tahukah aku mencarimu ke semua tempat. Apa saja yang kau lakukan dengan Yesung Hyung?” Kyuhyun membuka suara di langkah pertamanya.

 

“Aku hanya menemani Yesung Oppa, Kyu”

 

“Menemani? Untuk apa?”

 

“Aku tidak bisa menceritakannya padamu”

 

Jawaban Sungmin sontak mengejutkan Kyuhyun. Kyuhyun kembali menghentikan langkahnya dan memutar tubuh Sungmin sehingga menghadapnya. “Kenapa?” tanyanya tajam.

 

“Aku sudah berjanji pada Yesung Oppa”

 

“Mwo?”

 

“Aku tak bisa menjelaskannya untuk saat ini, Kyu. Aku sudah berjanji” dengan perlahan Sungmin melepaskan cengkraman lembut Kyuhyun pada bahunya. “Sebentar lagi bel berbunyi. Kau masuklah ke kelasmu” ujarnya sesaat sebelum memasuki ruang kelasnya meninggalkan Kyuhyun dengan dahi mengkerutnya.

.

.

.

.

“Kemana mereka? Apa tidak makan siang lagi?”

 

“Hmm.. sepertinya begitu Hyukkie. Kau tahu kan sekarang satu minggu lagi ujian kelulusan dan mereka harus mempersiapkan penyerahan jabatan osis pada pengurus baru nanti” jelas Sungmin melanjutkan makannya.

 

“Ne, kau benar Min. Tapi aku merindukan Donghae~ kalau saja dia tidak telat tadi pagi. Kami kan bisa bertemu” ujar Eunhyuk memanyunkan bibirnya sementara Sungmin hanya bisa menggelengkan kepala.

 

“Hmm, Min”

 

“Ya?”

 

“Aku tidak sempat menanyakanmu tadi. Sebenarnya kemarin kau dan Yesung itu kemana? Kau tahu, Kyuhyun mencarimu kemana – mana namun tidak juga menemukan kalian” ujar Eunhyuk.

 

“Tidak kemana – mana Hyukkie. Aku hanya menemani Yesung Oppa saja” jawab Sungmin santai.

 

“Sebenarnya ada masalah apa Min? Bukankah Yesung itu kakak Kyuhyun?”

 

“Hai Chagi~ sudah lama kau disini?” Sungmin tidak jadi menjawab saat mendengar suara Donghae dan kemunculannya disamping Eunhyuk. Diikuti dengan Kyuhyun yang langsung duduk disebelah Sungmin.

 

“Kami kira kalian makan di ruangan kalian. Kami belum lama disini kok” ujar Eunhyuk.

 

Donghae mengusap kepala Eunhyuk sekejap sebelum beralih pada dua orang dihadapannya. “Hey, Kyuhyun-ah, Sungmin-ah. Kapan kalian akan mengadakan pertunangan kalian?” celetuk Donghae.

 

“Yang pasti secepatnya Hyung. Umma-ku juga sudah mengaturnya. Mungkin kami akan melangsungkannya saat liburan kelulusanku nanti.” jawab Kyuhyun sumringah.

 

“Eung…Kyu. Apa tidak sebaiknya ditunda saja?”

 

Kyuhyun terhenyak. “Mwo?”

 

“Ini terlalu cepat Kyu”

 

“Apa maksudmu, Ming? Bukankah kita sudah merencanakan semuanya?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

 

Sungmin menghela nafasnya. “Tapi aku kan masih sekolah Kyu. Lagipula…” Sungmin menggigit bibirnya. “Aku sudah berjanji pada Yesung Oppa” jelasnya tertunduk.

 

“Mwo? Janji? Janji apa yang kau maksud Ming?” tanya Kyuhyun geram.

 

“A-aku belum bisa menjelaskannya Kyu” ujar Sungmin sedikit tergugup.

 

“Aiissh..Jinjja!”

 

Sret

 

“Kau mau kemana Kyu?” Donghae yang sedari tadi diam menahan lengan Kyuhyun saat menyadari Kyuhyun bangkit dengan wajah menahan amarah.

 

“Aku mau mencari udara segar Hyung!” Kyuhyun menyentakan tangan Donghae dan segera berlalu dari kantin.

 

“Aiisshh… Chagiya, Sungmin. Aku menyusul Kyuhyun dulu, Ne? Kalian lanjutkanlah makannya” pamit Donghae sebelum beranjak menyusul Kyuhyun.

 

Eunhyuk menatap kepergian Donghae sebentar kemudian mengalihkan pandangannya pada Sungmin yang masih tertunduk. “Minnie… apa tidak sebaiknya kau jelaskan semua pada Kyuhyun?”

 

Sungmin mendongak mendapati sahabatnya yang sedang memandangnya. “Tidak bisa Hyukkie. Aku sudah berjanji”

 

“Tapi sikapmu ini akan membuat Kyuhyun salah paham, Min”

 

Sungmin menghela nafasnya lelah. “Kau doakan saja aku agar cepat berhasil”

 

Eunhyuk mengkerutkan alisnya. “Maksudmu Min?”

 

“Heuh.. sudahlah lebih baik kita habiskan makanan ini. Sebentar lagi bel berbunyi”

 

Eunhyuk yang sebenarnya masih tidak mengerti hanya bisa mengangguk mengiyakan dan melanjutkan makan siangnya.

.

.

.

“Hey, Cho Kyuhyun. Kenapa tergesa sekali?” Donghae memegang bahu Kyuhyun dan menyamakan langkahnya.

 

“….”

 

“Kyuhyun-ah”

 

“Apa aku salah jika aku cemburu dengan Hyung-ku sendiri, Hyung? Aku tidak tahu maksud dari Yesung Hyung sebenarnya. Aku…” Kyuhyun tidak melanjutkan ucapannya, sedikit tertunduk. Sesungguhnya dia percaya pada Yesung. Tapi dalam hatinya tidak bisa dipungkiri kalau dia cemburu dengan kedekatan Yesung dan Sungmin. Ditambah lagi sikap Sungmin yang seakan menutup rahasia besar pada dirinya.

 

Donghae mengusap pelan bahu Kyuhyun. “Tidak salah jika kau merasa demikian. Wajar saja jika kau merasa cemburu. Tapi alangkah baiknya jika kau menanyakannya dulu. Mungkin Yesung Hyung mempunyai urusan yang cukup penting dengan Sungmin” ujar Donghae mencoba menasihati.

 

“Aku tahu Hyung. Tapi…”

 

“Sudahlah Kyu. Lebih baik nanti kita tanyakan lagi. Tapi ingat, jika Sungmin atau Hyung-mu belum mau menjelaskan. Kau jangan emosi dulu seperti tadi. Arra?”

 

“Arraseo, Hyung”

.

.

.

Teng Teng Teng

 

Suara bell pertanda pelajaran hari ini telah usai berbunyi. Seluruh siswa sibuk merapikan barang – barangnya setelah terlebih dahulu memberi salam pada guru – guru mereka. Tampak gurat ceria pada seluruh siswa karena bell yang di tunggu – tunggu akhirnya berbunyi. Tak terkecuali siswa yang duduk di barisan tengah.

 

“Kajja, Kyu!” ajak Donghae bersemangat.

 

“Mau kemana Hyung?”

 

“Aku sudah membuat janji dengan Eunhyuk dan Sungmin. Kita akan kencan di sekitar pantai saja” jelas Donghae.

 

“Memang Sungmin mau ikut?”

 

Donghae mengangguk. “Tentu saja! Bahkan Sungmin sendiri-lah yang mengaturnya”

 

“Jeongmalyo?”

 

Donghae mengangguk sekali lagi.

 

“Baiklah. Kajja Hyung!”

.

.

.

Dua pasangan kekasih itu berjalan beriringan di pinggir pantai kota. Salah satu pasangan itu bergandengan dengan eratnya. Sementara yang sepasang lagi hanya berdampingan dengan sedikit kecanggungan diantara mereka.

 

“Kyuhyun-ah. Apa kau masih marah padaku?” tanya Sungmin akhirnya.

 

Kyuhyun hanya menggeleng tanpa menolehkan kepalanya. Sungmin mengerucutkan bibirnya mendapati jawaban dari Kyuhyun. “Kalau tidak marah, kenapa dari tadi diam saja” gumam Sungmin tanpa menyadari Kyuhyun mendengarnya.

 

Greep

 

“Aku tidak marah chagiya. Hanya sedikit kesal…mungkin. lagipula wajar bukan jika aku cemburu”

 

Sungmin yang awalnya kaget ketika Kyuhyun tiba – tiba merangkulnya hanya bisa menundukan wajahnya. “Mianhae Kyu” ujarnya sedih.

 

“Sudahlah, tidak apa. Yang terpenting hari ini kita bisa menghabiskan waktu bersama” senyum tulus perlahan terbentuk di bibir Sungmin dan Kyuhyun.

 

“Kyuhyun! Sungminni! Sedang apa kalian disana? Ayo cepat kemari, kita abadikan moment ini bersama” teriak Donghae dari kejauhan. Terlihat dia sedang mengatur kameranya dan memposisikannya sejajar dengan Eunhyuk yang sudah mulai bergaya.

 

Kyuhyun tersenyum menanggapi seraya membawa Sungmin dalam genggaman tangannya kearah Eunhyuk.

 

“Ayo berisap. Senyum~”

 

Klik

 

“Ayo sekali lagi“

 

Klik

 

“Sudahkah? Aku lapar. Bagaimana jika kita cari makanan dulu?” ujar Eunhyuk sambil mengusap perutnya.

 

“Baiklah kalau begitu. Aku merapikan kamera-ku dulu. Kyuhyun-ah dan Sungmin akan ikut juga kan?” tanya Donghae.

 

“Tentu Hyung. Kami juga sudah lapar. Kau mau kita makan dimana chagi?” tanya Kyuhyun pada Sungmin.

 

“Aku…”

 

Drrt drrt

 

“Ah sebentar” potong Sungmin saat dirasakan ponselnya bergetar.

 

Yesung Oppa is Calling

 

‘Aduh, bagaimana ini?’ kata Sungmin dalam hati.

 

Sungmin melirik Kyuhyun yang sepertinya sedang berbincang dengan Donghae. Sungmin menghele nafas sejenak sebelum mengangkat ponselnya dan berjalan sedikit menjauh.

 

“Yeoboseyo?”

 

“…”

 

“Mwo?”

 

“…”

 

“Apa harus sekarang Oppa?”

 

“…”

 

“Tapi aku sedang bersama Kyuhyun”

 

“…”

 

“Baiklah. Tapi kau harus berjanji”

 

“…”

 

“Ne. Aku akan segera kesana”

 

Pip

 

“Bagaimana ini?” gumam Sungmin.

 

Dilihatnya lagi Kyuhyun yang masih berbincang dengan Donghae dan Eunhyuk. Dia merasa dilema sekarang. Disatu sisi dia masih sangat ingin menghabiskan waktu dengan kekasih dan sahabatnya. Namun disisi lain, dia tidak mungkin membuat Yesung kecewa. Dia sudah terlanjur berjanji sebelumnya. Perlahan, Sungmin melangkah mendekati ketiga orang itu.

 

“Sudahkah? Siapa yang menghubungimu? Lebih baik kita segera cari makan malam ya. Aku sudah sangat lapar” rengek Eunhyuk mendahului Kyuhyun yang hendak bertanya.

 

“Err… maaf. Tapi aku tidak bisa ikut kalian makan malam. Aku…ada urusan mendadak” ucap Sungmin merunduk setelah melihat tatapan Kyuhyun.

 

“Urusan apa?” tanya Kyuhyun tajam. “Ah…pasti dengan Yesung Hyung kan? Yang tadi menghubungimu itu Yesung Hyung kan?”

 

Sungmin mengangguk takut. “Aku berjanji akan kembali. Kalian dulu–“

 

“Tidak perlu… kau pergi saja sana. Aku tidak akan menghalangimu” ucap Kyuhyun datar sebelum melangkah pergi.

 

“Kyuhyun!” teriak Donghae segera menyusul sahabatnya.

 

Eunhyuk yang sempat terkejut dengan tindakan Kyuhyun, menoleh kearah Sungmin yang masih memandang lurus dengan tatapan bersalah.

 

“Kau tidak ingin mengejar dia?”

 

Sungmin menoleh. “Maaf Eunhyukkie”

 

Eunhyuk menghela nafasnya berat. “Bukan padaku seharusnya kau meminta maaf… ya sudahlah jika kau memang harus pergi”

 

“Ne. Mianhae tidak bisa melanjutkan acara kencan ini. Sampaikan salamku padanya Eunhyukkie”

 

Eunhyuk mengangguk tersenyum dan segera menyusul Donghae dan Kyuhyun.

 

“Yesung Oppa. Kau berhutang banyak padaku”

.

.

.

Cklek

 

Tap tap tap

 

Brukk

 

“Kyu? Kau sudah pulang?” Heechul yang baru saja ingin masuk ke kamarnya, terhenti ketika melihat Kyuhyun yang merebahkan diri di sofa ruang tamu dengan wajah muram.

 

“Ne, Umma. Hmm… apa Yesung Hyung sudah pulang?”

 

“Belum. Tadi dia menghubungi Umma, katanya dia akan pulang telat. Dia ingin berkencan”

 

Deg

 

“K-kencan?”

 

“Ne. Akhirnya Hyung-mu yang aneh itu bisa menemukan kekasih juga. Umma sudah sangat takut mengira dia hanya memikirkan kura – kura saja. Hmm, pantas saja akhir – akhir ini wajahnya terlihat ceria” Heechul terus mengoceh tanpa memperhatikan wajah Kyuhyun yang bertambah muram.

 

“Benarkah?” lirih Kyuhyun pelan.

 

“Hei, kau kenapa Kyu? Wajahmu pucat. Lebih baik sekarang kau istirahat. Besok kau kan masih sekolah. Oh ya, besok malam kita sekeluarga akan makan malam di rumah Sungmin. Kau jangan pergi kemana – mana setelah pulang sekolah langsung pulang. Arraseo?”

 

Kyuhyun mengangguk. “Ne, Umma”

 

Sepeninggal Heechul, Kyuhyun kembali merenung. “Yesung Hyung? Kencan? Minnie? Apa…” sekelebat pemikiran buruk melesat kedalam kepalanya.

.

.

=ooooo=

“Min?”

 

“Ya?”

 

“Kau kenapa? Dari tadi sepertinya gelisah” tanya Eunhyuk ketika hendak menyuapkan makanan.

 

“Sejak tadi aku tidak melihat Kyuhyun. Semalam ponselnya juga tidak aktif. Apa hari ini dia sangat sibuk? Apa siswa kelas tiga masih terus belajar hingga jam istirahat pun tidak keluar?”

 

Eunhyuk menggeleng. “Ani. Tadi aku melihat dia bermain basket dilapangan. Donghae memberitahuku kalau mereka sudah makan siang terlebih dahulu”

 

“Benarkah? Tapi Kyuhyun tidak bilang apapun padaku. Bahkan tadi pagi juga dia tidak datang ke kelas kan?” Sungmin langsung beranjak menuju lapangan. Dia merasakan sesuatu yang tidak beres. Tidak biasanya Kyuhyun seperti ini, dia takut Kyuhyun marah. Sebenarnya Sungmin berniat meminta maaf dan menjelaskan sesuatu pada Kyuhyun. Namun, namja tinggi berkulit pucat itu tak juga datang menemuinya.

 

Sungmin berdiri di sudut lapangan. Dengan seksama memperhatikan Kyuhyun bermain basket. Rasanya sudah sangat lama saat dia masih dengan diam – diam memperhatikan Kyuhyun. Sekarang bahkan sebentar lagi namja itu akan menjadi tunangannya.

 

Senyuman terbentuk begitu saja saat mata Kyuhyun bertemu pandang dengan miliknya. Namun itu hanya sesaat, seketika Kyuhyun langsung membuang muka dan berjalan meninggalkan lapangan dari sudut sebrang.

 

“Kyuhyun!” teriak Sungmin namun Kyuhyun tetap tidak menoleh.

 

“Loh? Sungmin? Sejak kapan kau disini?” tanya Donghae baru sadar. “Kyuhyun baru saja pergi. Tapi dia tidak bilang mau kemana. Ku kira karena ada janji denganmu”.

 

Sungmin menggeleng. “Kalau begitu aku ke kelas dulu Oppa”. Donghae mengangguk sebelum melanjutkan lagi permainannya.

 

“Kyu” lirih Sungmin.

.

.

.

.

“Minnie-ah? Kenapa masih tidur – tiduran? Cepat bangun, mandi dan bersiap. Sebentar lagi keluarga Cho akan datang untuk makan malam”

 

Sungmin yang tadinya malas – malasan sepulang sekolah langsung beranjak mendengar ucapan sang Umma. “Jeongmalyo?”

 

“Ne. Makanya sana bersiap. Lihat wajahmu kusam sekali. Sana mandi sebelum Kyuhyun-mu datang”

 

“Siap Umma!” ucap Sungmin bersemangat dan langsung melesat ke kamar mandi.

 

Tiga puluh menit kemudian

 

Ting Tong

 

Cklek

 

“Annyeong Eonnie!”

 

“Kalian sudah datang? Ayo masuk” Leeteuk mempersilahkan masuk keluarga calon besannya itu. Kemudian membawanya masuk ke ruang tamu.

 

“Silahkan duduk”.

 

“Ne”

 

Leeteuk menyapukan pandangannya. “Kemana putra sulungmu Chullie-ah? Dia tidak ikut?”

 

“Ah. Dia bilang mungkin akan menyusul Eonnie” jawab Heechul. “Minnie-ah dimana?”

 

“Dia sedang bersiap. Mungkin sebentar lagi keluar”

 

Kyuhyun sedari tadi merunduk dalam. Dia meremas jemarinya sendiri, merasa ragu akan keputusan yang akan dia ambil. Namun kembali mengingat raut wajah Hyung-nya tadi, membuat dia harus kembali membulatkan tekadnya.

 

“Oh kalian sudah datang rupanya” ucap Kangin dari arah dalam. “Lebih baik kita mulai acara makan malamnya. Semua sudah siap. Mari!” ajak Leeteuk sebelum–

 

“Tunggu!” suara Kyuhyun menghentikan Leeteuk yang berniat bangkit dari sofa. “Ada yang ingin aku bicarakan”

 

“Ada apalagi Kyu?” tanya Heechul heran.

 

“Aku…” kata – kata Kyuhyun terhenti saat melihat Sungmin menjuju kearahnya. Dia memejamkan mata sejenak guna menguatkan hatinya. Ini harus dilakukannya demi kebahagiaan semua orang.

 

“Aku ingin membatalkan pertunanganku dengan Sungmin”

 

DEG

 

“Mwo??” teriak kedua pasang orang tua itu bersamaan.

 

“Apa yang kau katakan Cho? Apa maksudmu?” Hankyung membuka suaranya.

 

“Ya! Kau bicara apa Cho? Bukannya kau yang tadinya memaksa. Kenapa sekarang kau bicara seperti ini?” teriak Heechul penuh amarah.

 

Kyuhyun mengalihkan kembali pandangannya menuju Sungmin yang berada dibelakang Leeteuk dan Kangin sedang memegangi dadanya dan tertunduk dalam.

 

“Maaf. Maafkan aku Umma, Appa, Ahjumma dan Ahjussi. Dan Sungmin…” lirihan Kyuhyun membuat keempat orang paruh baya itu sedikit terlonjak dan menyadari keberadaan Sungmin disana.

 

“Aku tidak bisa… bertunangan denganmu”

 

Sungmin mengapus kasar airmatanya dan berbalik menuju kamarnya kembali.

 

“Sungminnie!” panggil Heechul. “Ya! Cho bodoh! Jelaskan pada Umma apa maksudmu berubah haluan seperti ini! Kau lihat kan? Sungmin menangis gara – gara kau dasar bodoh!” bentak Heechul sambil memukul – mukul Kyuhyun.

 

“Sudahlah Heechullie. Lebih baik kita dengar dulu alasan Kyuhyun”. Ucap Leeteuk membuat pukulan Heechul terhenti.

 

“Cepat jelaskan Cho Kyuhyun!” paksa Heechul.

 

Kyuhyun menghela nafasnya sejenak. “Umma. Bagaimana aku bisa bertunangan apalagi menikahi Sungmin jika dia tidak mencintaiku?”

 

“Apa maksudmu Kyuhyun?” Kangin yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara saat mendengar pernyataan janggal dari Kyuhyun.

 

“Bukankah Sungmin dan Yesung Hyung berpacaran”

 

“Mwo??” Lagi, kedua pasang orang tua terkejut mendengar pertanyaan yang lebih terdengar sebagai pernyataan itu keluar dari mulut Kyuhyun.

 

“Ne. Bukannya Umma bilang kalau kemarin yesung Hyung sedang berkencan? Dan kemarin juga sebenarnya aku danSungmin sedang berkencan. Namun, setelah mendapat telepon dari Yesung Hyung, dia langsung pergi. Bukankah itu berarti mereka berdua berkencan?”

 

Penjelasan Kyuhyun membuat semuanya tercengang.

 

Heechul memijat pelipisnya. “Kyu, Umma memang bilang kalau Yesung berkencan. Tapi bukan berarti dengan Minnie, kan?”

 

“Tapi mereka sering pergi bersama Umma. Bahkan Sungmin selalu menutupi ketika aku bertanya kemana mereka berdua pergi. Itu berarti ada sesuatu yang disembunyikan dariku kan? Dan aku yakin pasti dia menyembunyikan hubungannya dengan Yesung Hyung”

 

“Tapi kau tidak bisa menyimpulkannya sendiri seperti itu Kyu! Kau itu hanya terlewat cemburu pada mereka!” bentak Heechul kesal.

 

“Tapi itu kenyataannya Umma!”

 

“Apa kau punya bukti? Kau sudah bicara pada mereka?” tanya Hankyung.

 

“Aku tadi kan sudah bilang Appa. Sungmin tidak pernah mau memberitahuku”

 

“Tapi bukan berarti mereka berpacaran, Kyu! Kau mungkin hanya salah paham” ujar Heechul.

 

Kyuhyun merunduk seketika. “Aku juga berharap seperti Umma” lirihnya dalam.

 

Semua yang melihat itu jadi merasa kasihan. Bahkan Leeteuk dan Kangin pun yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan antara anak dan ibunya. Leeteuk berjalan mendekati Kyuhyun. “Kyu–“

 

Ting Tong

 

Suara bel menghentikan langkahnya mendekati Kyuhyun. “Aku buka pintu sebentar”

 

Ckelek

 

“Annyeong Ahjumma. Maaf aku terlambat. Tapi kuharap aku tidak tertinggal acara makan malamnya”

 

“Y-Yesung?” Leeteuk tercengang ketika menemukan orang yang sedari tadi dibicarakan muncul didepannya memasang senyum lebar dengan seorang wanita disampingnya.

 

“Ne, Ahjumma. Bolehkah aku masuk?”

 

“S-silahkan”

 

Yesung tersenyum dan membungkukan badannya sekali lagi kemudian melangkah masuk kedalam rumah keluarga Lee.

 

“Loh? Aku kira makan malamnya sudah dimulai. Ternyata belum ya?”

 

Spontan. Semua pasang mata tertuju pada Yesung yang sedang berdiri masih dengan senyumnya. “Ada apa?” tanyanya polos.

 

“Yesungie! Kemari cepat kata…eh? siapa ini?” Heechul yang tadinya ingin menuntut penjelasan dari Yesung terhenti ketika menyadari anaknya tidak datang sendiri. Dia datang dengan sosok yeoja mungil nan manis.

 

“Annyeong Ahjumma, Ahjussi. Kim Ryeowook Imnida. Bangapseumnida” sapa yeoja itu –Ryeowook– ramah sambil membungkukan badan.

 

“Maaf, Umma, Appa, Ahjumma dan Ahjussi. Aku terlambat karena ingin menjemputnya terlebih dahulu. Dia kekasihku”

 

“Mwo??”

 

“Kekasih?”

 

Heechul memegangi kepalanya yang berdenyut. “Aigoo, kemarilah nak. Duduk disini” panggil Heechul menyuruh Yesung dan Ryeowook duduk didekatnya.

 

“Ryeowook?”

 

“Ne, Ahjumma. Panggil Wookie saja” ucap Wookie tersenyum.

 

“Ne, Wookie. Kau benar kekasih Yesung? Sejak kapan?” tanya Heechul penasaran.

 

“Ne, Ahjumma. Sejak kemarin tepatnya” jawab Wookie.

 

“Jadi, kau tidak berpacaran dengan Sungmin, Yesung?” Tanya Leeteuk yang sebenarnya dari tadi penasaran.

 

“Mwo? Aniyo. Siapa yang bilang begitu Ahjumma?” sanggah Yesung cepat.

 

“Tapi kenapa kau selalu pergi dengannya Hyung? Bahkan kau bilang menyukainya dan tak akan menyerahkan dia padaku kan? Bukannya itu berarti kalian berkencan?” tanya Kyuhyun menggebu – gebu.

 

Yesung menggeleng. “Aniyo. Aku memang menyukai dan menyayanginya sebagai adikku. Itu saja” jawab Yesung santai.

 

“Lalu kemana saja kalian pergi selama ini? Bahkan Sungmin merahasiakannya dariku!”

 

“Oh itu. Aku yang meminta Sungmin untuk merahasiakannya. Aku hanya meminta bantuan Sungmin untuk membuatku dekat dengan Ryeowook. Dengan kata lain, aku meminta Sungmin untuk menjadi agen rahasiaku untuk mencaritahu tentang Ryeowook”

 

“Mwo? Lalu kenapa tadi wajahnya kelihatan murung saat tahu kita akan makan malam ke keluarga Lee dan membicarakan pertunangan aku dan Sungmin. Dan kau juga bilang tidak akan menyetujui pertunangan kami kan? Cpat jelaskan Yesung Hyung!” tuntut Kyuhyun mulai tidak sabar.

 

“Aku tidak bilang kalau tidak akan menyetujuinya. Aku hanya bilang, tidak semudah itu aku menyetujuinya. Aku sedikit tidak rela jika kau duluan yang menikah. Aku ini Hyung-mu Kyuhyun. Jadi sudah seharusnya aku yang lebih dahulu menikah. Tapi, setelah aku pikir – pikir, kau kan baru akan bertunangan. Jadi, lebih baik aku membawa Ryeowook dulu kesini. Siapa tahu besok Umma dan Appa langsung menyuruhku menikah” jelas Yesung dengan sumringah sementara Ryeowook hanya menunduk malu.

 

Darah Kyuhyun seketika naik ke wajahnya. “Ya! Yesung Hyung! Kenapa tak kau katakan saja yang sebenarnya dari awal! Jadi kan aku tidak akan mengatakan kalau aku mau membatalkan pertunangan!”

 

“Mwo? Kau membatalkan pertunangan? Ya! Dasar pabo! Kenapa kau tega melakukan hal seperti itu pada Sungmin, eoh? Dia sangat mencintaimu bodoh!”

 

“Ya! Kau yang membuatku melakukannya!”

 

“Mwo? Kenapa kau jadi menyalahkanku?”

 

“Itu memang salahmu!”

 

“Ya!”

 

“Sudah cukup! Bisakah kalian tenang?” teguran halus Leeteuk menghentikan bertengkaran kakak beradik tersebut. Yesung langsung merunduk “Mianhae Ahjumma” ujarnya.

 

“Ne. Kyuhyun-ah. Sudah jelaskan? Sekarang apakah kau benar akan membatalkan pertunangan? Jika ia, Ahjumma akan menerimanya”

 

Kyuhyun mengeleng cepat. “Andwaeyo Ahjumma. Andwaeyo. Sungmin harus bertunangan denganku” Leeteuk tersenyum mendengarnya.

 

“Lebih baik sekarang kau menyusul Sungmin, Cho. Dia pasti sedang terpukul mendengar pernyataanmu tadi” ujar Heechul.

 

Kyuhyun memandang Leeteuk dan Kangin meminta persetujuan menyusul Sungmin ke kamarnya. Kedua orang itu mengerti dan langsung menganggukan kepalanya dengan senyum.

 

Cklek

 

Dengan mudahnya Kyuhyun memasuki kamar Sungmin yang pintunya tidak terkunci. Dilihatnya Sungmin yang sedang tidur menutupi tubuhnya dengan selimut. Dengan perlahan Kyuhyun mendekati ranjang dan menarik selimut Sungmin.

 

“Nanti saja Umma. Aku belum lapar” suara Sungmin terdengar parau. Terlihat dengan jelas jejak airmata yang belum mengering disudut mata Sungmin. Dia masih memejamkan matanya dengan headset yang bertengger ditelinganya.

 

‘Pasti dia tidak mendengar semuanya’ Batin kyuhyun. Perlahan dia melepaskan headset tersebut dan menarik tangan Sungmin agar bangun dari tidurnya.

 

“Umma. Aku sudah bil… Kyu?” sungmin terkejut melihat Kyuhyun kini berada didekatnya dan mencoba menghapus jejak airmatanya.

 

Sungmin menepis pelan tangan Kyuhyun. “Kau masih disini?” tanyanya dengan suara parau.

 

Kyuhyun hanya diam memperhatikan Sungmin. “Maafkan aku Kyu. Aku lelah sekali, sebaiknya kau kel–…Kyu?”

 

Sungmin kembali terkejut dengan pelukan tiba – tiba Kyuhyun. “Mianhae Ming. Aku sudah mendengar semuanya dari Yesung. Maaf. Aku terlalu terbakar cemburu. Aku salah paham. Aku kira… Maaf” ucap Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Kyu”

 

“Maaf Ming. Aku mohon jangan anggap serius perkataanku tadi. Kau tahu aku sangat mencintaimu. Maafkan aku. Tolong jangan dipikrkan pernyataanku tadi. Kau akan tetap bertunangan denganku. Kau akan tetap menjadi istriku Ming”

 

“Kyuhyun”

 

“Aku mohon maafkan aku, Ming. Aku mencintaimu. Nan jeongmal saranghae”

 

“Kyuhyun-ah” Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dan betapa terkejutnya dia melihat airmata Kyuhyun.

 

“Kyu… kenapa kau menangis?” ucap Sungmin seraya menangkupkan wajah Kyuhyun dan menghapus airmatanya.

 

“Aku takut kau menyetujui tentang pembatalan pertunangan Ming. Aku takut kehilanganmu” ujar Kyuhyun sedih.

 

“Maafkan aku Kyu”

 

“Kenapa kau minta maaf Ming?”

 

“Maafkan aku karena merahasiakannya darimu. Jujur, aku sangat terkejut dan takut mendengar kau membatalkan pertunangan kita. Namun setelah kusadari, ini semua kesalahanku. Aku yang terlanjur berjanji pada Yesung Oppa akan membantu dan merahasiakannya sehingga membuatmu salah paham. Maafkan aku”

 

“Tidak Ming. Ini juga kesalahanku. Harusnya aku lebih percaya pada kalian berdua. Namun, nyatanya akau terlalu cemburu. Maafkan aku, ne?”

 

Sungmin mengangguk dan tersenyum.

 

“Jadi, maukah kau teap melanjutkan pertunangan ini denganku?”

 

“Ne, Cho Kyuhyun. Aku mencintaimu”

 

“Nado saranghae”

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin sambil memperhatiak intens bibir plum yang menggoda. Sungmin yang sudah tahu akan “Emaksud Kyuhyun, memejamkan matanya, bersiap menerima ciuman lembut dari Kyuhyun. Tinggal seinci lagi bibir mereka akan bertaut,

 

Brakk

 

“Kyuhyun! Sungmin!”

 

Brukk

 

“Aww”

 

“Eh? Kyuhyun? Apa yang kau lakukan dibawah sana?”

 

Kyuhyun yang sedang mengelus bokongnya karena terjatuh langsung terbangun. “Mwo? Ini semua karenamu Hyung! Aiissh, bisa tidak sih kalau mau masuk jangan mengagetkan!” bentak Kyuhyun kesal. Pasalnya, Yesung datang disaat yang tida tepat dan tentu saja mengganggu.

 

“Kau ini menyalahkanku terus. Sudahlah cepat keluar kita makan malam. Aku sudah lapar!” dan setelahnya Yesung langsung pergi beranjak dari depan pintu.

 

“Ya! Yesung Hyung! Aisshh, kalau dia bukan Hyung-ku. Sudah kuhabisi dia” gerutu Kyuhyun masih dengan mengelus bokongnya.

 

“Sudahlah Kyu. Lebih baik kita segera menyusul” usul Sungmin bangkit sambil menggandeng tangan Kyuhyun keluar.

 

“Ming”

 

“Y–“

 

Chu~

 

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir Sungmin.

 

“Hehehe.. Kajja” ajak Kyuhyun mengambil alih tangan Sungmin, menggandengnya keluar sementara sang pemilik tangan bersemu merona.

 

Ini akan menjadi awal dari kehidupan kita yang baru.

Kau adalah milikku, sejak awal kau memang ditakdirkan untukku.

Saranghae

 

.

.

.

FIN

 

Iklan

7 thoughts on “Mean To Be? | KyuMin FF | GS | Chap 7

  1. dasar yesung aneh..
    gara” dia hampir aja hubungan kyumin putus gak jelas T-T
    pakai nyuruh ming rahasia”an segala,
    akibatnya kan sungmin yg jadi korban u,u

    untung aja yesung langsung dateng & kyu cepet sadar,, jadinya kyumin bersatu lagi deehhhh :*
    Happy end ^^~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s