[Liputan] Super Junior Sukses Gelar “Super Show 6” di Jakarta

KoreanIndo

suju

Super Junior kembali menggelar konser di Indonesia !! Tur konser yang bertajuk “Super Show 6” ini digelar di Indonesia Convention Exhibition, BSD City pada 3 Mei kemarin.

Dengan pakaian bergaya Panglima bernuansa warna hitam dan emas, Super Junior membuka konser dengan lagu “Twins” dan “Bonamana”. Lalu, mereka menyanyikan lagu “Sorry, Sorry”, di lagu ini juga Heechul menunjukan kemampuannya dalam bermain drum, ia bermain dengan penuh semangat dan energik.

Di penampilan selanjutnya, Eunhyuk tampil solo sambil memamerkan bakat rap dan menarinya. Dengan kaos putih dan celana hitam, ia menari dengan elegan dan penuh karisma, bahkan para ELF (sebutan penggemar Super Junior) tak henti-hentinya berteriak histeris.

Lihat pos aslinya 625 kata lagi

Stand By Me | KyuMin FF | Yaoi | Chap 3

Stand By Me

 

 

Genre : Romance, Drama

 

 

Chap 3

 

 

Rate : T

 

 

Pairing : KyuMin

 

 

Warning : YAOI, Typo(s), Abal, OOC

 

 

Summary : Kyuhyun dan Sungmin adalah RIVAL. Mereka bersaing untuk mendapatkan hati seorang wanita. Namun, bagaimana jika cinta justru tumbuh ditengah persaingan mereka?

 

 

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Cerita ini murni milik saya ^^

.

.

.

“Hey, Kyu. Aku dengar dari Eunhyuk, kemarin kau pergi berkencan ya? Cepat ceritakan padaku”

 

Kyuhyun yang sedang memainkan benda kotak persegi panjangnya langsung menghentikan permainan kala sahabat ikannya ini telah bertengger manis dengan wajah penasaran tepat di hadapannya. “Apa? Kau ingin aku bercerita apa?” tanya Kyuhyun sebenarnya agak malas.

 

“Ya ceritakan apa saja yang terjadi kemarin malam”

 

Kyuhyun menghela napas dan meletakkan benda hitam panjang itu kedalam kolong mejanya. “Memang kau kira apa yang terjadi? Kami hanya menonton, lalu makan malam. Setelahnya kami di kejar – kejar petugas keamanan” jelas Kyuhyun menerawang.

 

“Mwo? Kalian di kejar – kejar petugas keamanan? Kenapa bisa?” tanya manusia ikan (read : Donghae) dengan antusias.

 

Kyuhyun menggaruk tengkuknya “Kami kabur setelah menghabiskan makan malam. Dompet kami berdua hilang, sepertinya dicuri saat mengantri masuk ruang bioskop”

 

“Lalu? Kalian tertangkap?”

 

Kyuhyun menoleh. “Tentu saja tidak. Kami terus berlari tapi kami terpojok karena jalan buntu. Lalu aku…” Kyuhyun berhenti bicara sejenak. Entah kenapa dia merasa pipinya mulai menghangat. “Kau apa?” tanya Donghae tidak sabar.

 

“Aku mengambil inisiatif untuk menciumnya agar kami tidak tertangkap” jelas Kyuhyun dengan satu tarikan napas.

 

Donghae membulatkan matanya “MWO?? KAU MENCIUM KIM YUMmmpph–“

 

“Apa – apaan kau! Jangan berteriak seperti itu!” ucap Kyuhyun sedikit kesal. Dia melepaskan bungkaman tangannya dari mulut temannya itu.

 

“Mian, aku tidak menyangka kau berani mencium Kim Yumi dalam keadaan seperti itu” ucap Donghae kali ini dengan nada cukup pelan.

 

“Siapa yang mencium Kim Yumi?”

 

“Eh?” Donghae menaikan sebelah alisnya mendengar pernyataan Kyuhyun. “Bukannya kau berkencan dengan Kim Yumi? Lalu siapa yang kau ceritakan tadi?” tanyanya penuh selidik.

 

“Sungmin” jawab Kyuhyun to the point yang membuat Donghae makin terlonjak.

 

“MWO?? Kyuhyun… kau? Kau juga gay?”

 

“Mwo? Ya!”

 

Pletakk

 

“Aww..”

 

“Apa maksudmu ikan!”

 

Donghae merengut sambil mengusap kepalanya akibat pukulan keras Kyuhyun. “Mwo? Aku kan hanya bertanya!” ucapnya kesal.

 

“Tapi maksudmu apa mengatakan aku gay!” ucap Kyuhyun tidak terima. “Memangnya aku seperti kau dan Eunhyuk!”

 

“Hey, hey.. kenapa kau jadi marah – marah? Aku kan hanya menyimpulkan apa yang kudengar. Kau bilang kau berkencan dengan Sungmin dan kalian berciuman! Oh God” ujar Donghae heboh sendiri.

 

Pletakk

 

Satu pukulan lagi mendarat di kepala Donghae. “Bisa tidak sih kau jangan heboh begitu? Aku tidak sengaja kencan dengannya. Tadinya, Kami pergi bertiga dengan Yumi. Tapi tiba – tiba Yumi harus pergi, jadi ya kami lanjutkan saja. Dan lagi, kami tidak berciuman! Itu hanya tak tik agar kami tidak tertangkap! Kau jangan menyebar gosip aneh – aneh” jelas Kyuhyun mengelak.

 

Donghae hanya mencibir. “Cih.. bilang saja kau tidak tahan untuk menciumnya jadi kau mencari alasan lain” gumam Donghae.

 

“Apa kau bilang?”

 

“Tidak!” elak Donghae cepat.

 

“Eh tapi Kyu, bukannya kau pernah bilang kalau kalian dulunya adalah teman kecil? Kenapa sekarang menjadi musuh? Kau belum pernah menceritakannya padaku maupun Eunhyuk” tanya Donghae.

 

Kyuhyun menatap lurus kedepan. Pandangannya berubah sendu. “Entahlah, aku sendiri tidak begitu paham apa yang terjadi. Yang jelas, begitu sadar kami sudah tidak seperti dulu” ucap Kyuhyun.

 

“Maksudmu?”

 

Kyuhyun menoleh. “Maksudku adalah… kau bodoh. Sudahlah aku mau keluar dulu”

 

“Hey, Kyuhyun-ah mau kemana kau? Bel sebentar lagi berbunyi, apa kau tidak takut kena hukum Shin Seonsaeng lagi? Ya!” ujar Donghae memperingati temannya yang sudah berlenggang santai pergi meninggalkan kelas.

.

.

.

“Hoahmm… aku masih mengantuk”

 

Sungmin berjalan gontai menuju kelasnya. Terlihat sekali anak ini tengah memaksakan dirinya yang masih setengah sadar untuk berjalan. Sesekali mengusap wajah dan menguap. Salahkan dirinya sendiri yang tidur hanya dua jam. Pikirannya telah melayang teringat peristiwa di jalan sempit itu.

 

“Aishh… kenapa aku masih memikirkannya lagi sih” gerutu Sungmin merasa kesal sendiri. Sejak semalam bahkan sampai tadi pagi saat bangun tidur, dia masih bisa merasakan hangat bibir orang itu pada bibirnya. Berlebihan memang.

 

“Aahh… sudah hentikan otak bodoh!” Sungmin meremas – remas surai hitamnya sendiri. Menarik kuat rambutnya berharap pikirannya yang dipenuhi orang itu juga tertarik keluar.

 

“Hey, Min. Apa yang kau lakukan? Kenapa menarik – narik rambutmu seperti itu?”

 

Deg

 

Sepertinya tindakan itu tidak berhasil. Buktinya Sungmin malah semakin berhalusinasi kalau suara itu tengah menyapanya dan wajah itu tepat berada dihadapannya tengah menatapnya lekat.

 

“Hey, kenapa melamun? Aku bertanya padamu”

 

“Eh? Kyuhyun?”

 

“Ne, aku bertanya padamu kenapa kau menarik – narik rambut seperti itu?”

 

Sungmin mengerjapkan mata beberapa kali dan menggeleng – gelengka kepalanya guna memastikan sosok dihadapannya ini benar – benar nyata.

 

Kyuhyun mengibaskan tangannya di depan wajah Sungmin. “Sungmin?”

 

“Ya! Mau apa kau? Jauhkan tangan kotormu dari wajahku” ucap Sungmin setelah sepenuhnya sadar.

 

“Kenapa kau ketus sekali? Aku kan hanya bertanya” ucap Kyuhyun agak merungut.

 

“Aishh, sudah sana minggir! Aku mau lewat!”

 

“Tidak mau”

 

“Kau!”

 

“Pagi Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi”

 

Suara manis seorang yeoja terdengar menyapa kedua namja yang sepertinya baru memulai pertengkaran mereka dipagi hari.

 

Kedua namja itu menoleh ke arah sumber suara dan menampakan seorang yeoja dengan senyum menawan yang menghiasi wajah cantiknya. Sungguh, namja manapun yang melihatnya pasti akan dibuat jatuh bertekuk lutut.

 

Sama seperti halnya kedua namja ini. “Pagi Yumi-ah” sahut keduanya bersamaan tidak lupa dengan senyum terbaik mereka.

 

“Aku minta maaf atas kejadian semalam. Aku tidak bermaksud meninggalkan kalian begitu saja, sungguh. Semalam ibuku menghubungiku dan mengatakan kalau sepupuku baru saja tiba dari Jepang, aku harus menemaninya. Dan aku tidak bisa menolak perintah ibuku. Maafkan aku Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi” ujar Yumi merunduk dengan penuh penyesalan. Terlihat jelas rasa bersalah di wajahnya.

 

Sungmin yang pertama kali bertindak. Dia mendekati gadis itu dan menepuk pundaknya lembut. “Gwaenchana, Yumi-ah. Hanya masalah seperti itu kau tidak perlu meminta maaf seperti ini” ujar Sungmin menenangkan.

 

Yumi mengangkat wajahnya menatap Sungmin. “Tapi aku tetap harus meminta maaf pada kalian Sungmin-ssi”

 

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Yumi-ah. Kami tidak marah padamu. Jadi tidak ada yang perlu dimaafkan” ujar Sungmin dengan senyum tulusnya.

 

“Terima kasih, Sungmin-ssi” balas Yumi akhirnya tersenyum.

 

Keduanya terlarut dengan mata yang berpandangan dan saling melemparkan senyum manis mereka. Melupakan akan keberadaan makhluk lain diantara mereka. Makhluk itu tengah sedikit mengepalkan tangannya dan menatap cemburu melihat posisi kedua insan yang sepertinya tengah jatuh cinta.

 

‘Mengambil kesempatan, eoh? Enak saja!’ Batin sang makhluk tersebut, atau yang biasa kita kenal dengan nama Cho Kyuhyun.

 

“EHEMM”

 

Sepasang Namja dan Yeoja tersebut tersentak mendengar deheman keras dariseseorang diseblah mereka. Mereka berdua menoleh, dan langsung saja disambut dengan tatapan tajam.

 

“Sepertinya sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Lebih baik kita segera masuk ke kelas Yumi-ah” ucap Kyuhyun mengambil tangan Yumi dan menggenggamnya. “Mari aku antar kau ke kelas” ucapnya dengan ‘senyuman’.

 

Sungmin mengernyit melihat tautan tangan itu. “Biar aku saja yang mengantar Yumi ke kelas” ucapnya sambil berusaha melepaskan tangan Yumi dari Kyuhyun. Namun gagal saat Kyuhyun justru menarik Yumi merapat padanya dan menjauhi Sungmin.

 

“Aku yang akan mengantar Yumi. Kelas kami searah, sedangkan kelasmu? Kau tidak sadar jika saat ini kita tengah berdiri di depan kelasmu?”

 

Sungmin mengutuk dirinya sendiri. ‘Bodoh!’ umpatnya kesal.

 

“Tapi… aku akan tetap mengantar Yumi” ucap Sungmin keras kepala. Sepertinya dia tidak rela memberikan Kyuhyun kesempatan lagi bersama Yumi.

 

“Kau–“

 

“Terima kasih Sungmin-ssi. Tapi biar aku dengan Kyuhyun-ssi saja, kelas kami memang searah. Lagi pula untuk apa kau repot – repot mengantarku lalu kembali lagi ke kelasmu? Nanti kau bisa di hukum Shin Seonsaeng lagi”

 

Kyuhyun mengangkat ujung bibirnya mendengar ucapan Yumi, sementara Sungmin justru sedikit merasa kecewa. “Baiklah” ucapnya akhirnya menyerah.

 

“Ya sudah, kajja Yumi-ah” Dengan sok akrabnya, Kyuhyun merangkul bahu Yumi. “Sampai nanti Lee Sungmin” ucap Kyuhyun dengan senyum kemenangan melihat ekspresi marah Sungmin.

 

Sungmin menggeram kesal melihat Kyuhyun dengan seenaknya membawa Yumi pergi dalam rangkulanmesranya. Darahnya makin mendidih ketika dia menangkap senyuman mengejek dari Kyuhyun.

 

“Awas kau Kyuhyun!”

 

“Sungmin? Sedang apa kau? Kenapa berdiri di depan pintu seperti itu? Tidak mau masuk?”

 

“Eh? Kau Wookie” Sungmin menolehkan kepalanya sebentar ke sosok yang menyapanya sebelum pandangannya kembali menuju dua orang yang sudah berjalan agak jauh.

 

Ryeowook yang memang baru datang sedikit bingung melihat sahabatnya berdiam diri di depan pintu kelasnya. Terlebih saat menyadari pandangan Sungmin yang tetap lurus. Ryeowook mengikuti arah pandang Sungmin dan menemukan seorang yeoja yang sedang dirangkul oleh namja disebelahnya. Meskipun melihat dari belakang, namun Ryeowook dapat dengan mudah mengenali mereka.

 

“Kyuhyun dan Yumi?”

 

Sungmin mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya.

 

“Kenapa mereka bisa bersama? Dan mereka terlihat mesra sekali. Apa mereka akhirnya bersama?” ucapan Ryeowook spontan membuat Sungmin akhirnya menolah.

 

“Mwo? Bermimpi saja kalau Kyuhyun bisa merebut Yumi dariku. Si evil itu hanya bisa mencuri kesempatan! Padahal tadi aku yang sedang berbincang dengan Yumi. Tapi si evil itu selalu saja mengganggu kami berdua! Arghh…. apa maunya sih anak itu!” ucap Sungmin kesal.

 

“Mungkin dia tidak suka melihat kalian bersama, sama sepertimu”

 

Sungmin memutar bola matanya “Iya, aku tahu. Tapi harusnya dia bisa bersikap sportif. Padahal jika dia yang lebih dulu ada kesempatan dengan Yumi, aku tidak pernah mengganggunya. Tapi jika aku yang mendapat kesempatan, dia selalu saja datang mengganggu dan akhirnya semua usahaku untuk menarik perhatian Yumi malah hancur berantakan. Semua berujung dengan pertengkaran kami yang membuat Yumi pergi tanpa kusadari dan oh… jangan lupakan Shin Seonsaeng yang tiba – tiba datang sehingga membuat semuanya menjadi lebih buruk”

 

“Padahal aku yakin sekali kalau Yumi sudah jatuh hati padaku. Sikapnya lebih ramah padaku dari pada dengan Kyuhyun. Aku yakin kalau Yumi pasti memilihku” ucap Sungmin terlalu percaya diri.

 

“Setelah aku perhatikan dengan seksama, sepertinya kalian berdua sangat cocok. Hem.. serasi jika menjadi pasangan kekasih” ucap Ryeowook mantap.

 

Sungmin membelalakan matanya mendengar ucapan sahabatnya. “Benarkah Wookie?? Ah.. akhirnya kau mengakuinya juga. Aku dan Yumi memang serasi. Aku yang katamu sangat manis dengan Yumi yang cantik. Pasti semua orang akan iri melihat kecocokan kami nanti” ucap Sungmin dengan mata yang berbinar. Dia sangat senang sekaligus tidak menyangka jika Ryeowook akhirnya mendukung dirinya dengan Yumi. Tidak ada yang lebih indah dari dukungan sahabat bukan?

 

Ryeowook mengerjapkan mata melihat Sungmin. “Bukan…” ucap Ryeowook pelan namun masih dapat tertangkap telinga Sungmin. “Bukan apa Wookie?” tanya Sungmin.

 

“Maksudku yang cocok dan serasi itu bukan kau dan Yumi. Tapi kau dan Kyuhyun”

 

“MWO??”

 

“Iya, kau dan Kyuhyun. Aku pernah bilang bukan, kalau kau lebih baik mencari kekasih yang tampan saja? Dan menurutku, Kyuhyun itu akan cocok denganmu. Dia tampan, tinggi dan juga sangat pintar. Kebalikan denganmu, kau itu manis, kau pendek dan agak gemuk dan err.. kau sedikit agak bodoh. Jadi, kalian berdua sangat cocok karena saling melengkapi”

 

Sungmin langsung syok mendengar penjelasan Ryeowook. Secara tidak langsung sahabatnya itu telah menghinanya. Apalagi melihat ekspresi Ryeowook itu. Tidak ada rasa bersalah yang tercetak diwajahnya, yang ada hanya wajah sumringah dengan kedua telapak tangan yang disatukan dan ditempelkannya pada pipi kanan.

 

Sungmin menghela nafasnya dalam, mencoba menstabilkan degup jantung dan aliran darahnya agar tidak terpompa lebih cepat. “Wookie… kenapa kau bisa berpikiran seperti itu? Dan kenapa harus Kyuhyun! Apa kau lupa kalau kami tidak pernah akur? Kau lupa kalau kami itu bahkan tidak pernah berbincang secara normal seperti lainnya? Kami selalu saja bertengkar Wookie! Bagaimana bisa kau bilang kalau kami cocok?! Ha?!” usaha Sungmin agar tidak mengeluarkan emosinya gagal sudah.

 

Sementara Ryeowook terlihat santai saja ketika Sungmin justru sedikit tersengal napasnya. “Justru itu, Min. Aku tahu kalau kalian tidak pernah akur. Tapi jika ku perhatikan, setiap kalian berdua bertengkar, kalian akan lupa dengan sekeliling kalian. Melupakan bel yang telah berbunyi, tidak lihat tempat hingga kalian pernah bertengkar di depan ruang BP. Bahkan kalian melupakan Kim Yumi! Yeoja yang selama ini kalian kejar. Dan menurutku itu sudah dapat dijadikan bukti kalau kalian memang serasi. Entah kenapa kalian selalu bertengkar di saat yang tepat. Seperti misalnya bertengkar di detik bel akan berbunyi dan sebagainya. Bisa dipastikan Shin Seonsaeng akan menemukan kalian dan memberi hukuman pada kalian sehingga kalian bisa terus bersama – sama. Pengamatanku benar kan?”

 

Yang ada dipikiran Sungmin saat ini adalah, ingin sekali dia menarik rambut Ryeowook sekaligus membenturkan kepalanya di dinding sekolah. Bagaimana bisa sahabat yang dikenalnya tidak banyak bicara tiba – tiba berubah dengan mengungkapan kesimpulan dari hasil ‘pengamatan’nya dengan detail tapi tidak masuk akal itu?

 

Oh, apalagi ini tentang dirinya! Rasanya Sungmin ingin segera menenggelamkan diri di Sungai Han agar tidak mendengar ucapan Ryeowook yang lebih jauh lagi. Tapi cepat – cepat dia menghapus pikirannya. Kalau sampai dia melakukan itu, pasti Kyuhyun akan bersorak kesenangan karena rivalnya telah tiada.

 

“Wookie… aku benar – benar tidak mengerti apa yang kau ucapkan. Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu, hah! Aku dan Kyuhyun? Kami? Heuh…” Sungmin memijit pelipisnya. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi.

 

“Waeyo Min? Aku hanya menyampaikan apa yang ada dipikiranku. Mianhae kalau aku salah. Tapi aku tetap dengan pendapatku. Lebih baik kau berhenti mengejar Yumi, dia tidak cocok denganmu. Carilah namja tampan yang menyayangi dan tulus padamu. Aku yakin banyak namja yang sebenarnya menyukaimu tapi mereka tidak berani menyatakannya” ucap Ryeowook sambil menepuk – nepuk pundak Sungmin.

 

“Baiklah Wookie. Jika nanti akhirnya aku menerima saranmu, aku akan mencari namja itu dan menjadikannya kekasihku. Tapi bisa dipastikan namja itu bukan Cho Kyuhyun” ucap Sungmin bernada final. “Lebih baik kita segera masuk. Sudah terlalu lama kita berdiri disini. Ayo”

.

.

SKIP TIME

.

.

duk duk duk duk

 

Terdengar bunyi pantulan bola dan decitan sepatu di dalam ruang olahraga ini. Terlihatlah seorang siswa tengah bermain bola basket.

 

Seorang?

 

Ya, dia tengah bermain basket seorang diri karena sekolah telah bubar sekitar satu jam yang lalu. Terlihat sekali dia yang sedang mencoba memasukan bola kedalam ring namun selalu gagal.

 

“Aku harus bisa. Aku tidak mau dibilang pendek terus. Aku harus lebih tinggi dari Kyuhyun”

 

Rupanya siswa itu adalah Sungmin. Sepertinya dia sangat memikirkan ucapan Ryeowook tadi yang bilang kalau dia itu pendek. Dia berniat merubah postur tubuhnya menjadi lebih tinggi. Sejak jam pelajaran pertama dimulai, dia terus memikirkan caranya. Dan pilihannya jatuh pada olahraga basket. Meskipun dia sama sekali tidak bisa bermain basket, tapi dia harus mencobanya. Dia harus menjadi namja yang lebih tinggi.

 

Sungmin terus mendrible bola dan bersiap memasukan bola tersebut. Ia lompat setinggi – tingginya dan –Hup! Dia melempar bola kearah ring dan–

 

“Ya! Kenapa tidak mau masuk juga! Aissh…” Sungmin merasa kesal sendiri karena lemparan ke 208-nya masih juga gagal. “Bola ini pasti sudah rusak” simpulnya yakin.

 

“Mana ada? Bola basket di Sekolah kita ini adalah yang terbaik. Kualitasnya telah diuji terlebih dahulu. Kau nya saja yang tidak bisa main. Malah menyalahkan bolanya”

 

Sungmin memutar kepalanya kearah pintu ruang olahraga, dan –jeng jeng! Kyuhyun telah berdiri disana dengan senyum mengejeknya.

 

“Sedang apa kau? Apa yang kau lakukan disana?” tanya Sungmin sedikit heran. Rasanya dia tadi sempat melihat Kyuhyun keluar gerbang sekolah –pulang.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya kedalam ruangan. “Justru aku yang bertanya padamu, sedang apa kau disini? Bermain basket sendirian? Seingatku kau tidak menyukai olahraga ini”

 

“Bukan urusanmu! Lebih baik kau pulang sana!” usir Sungmin kembali melanjutkan ‘permainan’nya.

 

Hup

 

Sungmin kembali melempar bola dan gagal lagi untuk kesekian kalinya.

 

“Haaha… kau ini mau melempar bola atau melempar batu? Kenapa caranya seperti itu? Kalau tidak bisa main lebih baik tidak usah main. Haaha… lucu sekali”

 

Sungmin menatap geram Kyuhyun. “Berisik! Aku kan baru belajar, wajar saja jika caraku masih salah. Sudah sana pergi! Kau menggangguku”

 

“Kalau ingin belajar main, kenapa tidak saat jam istirahat saja? Aku dan anggota tim basket lainnya kan ada disini bermain basket. Kau bisa ikut bergabung”

 

“Tidak mau! Yang ada nanti kalian mentertawaiku” ucap Sungmin mempoutkan bibirnya.

 

Deg

 

“S-Sungmin… ternyata kebiasaanmu belum berubah juga” ucap Kyuhyun menolehkan pandangannya kearah lain sambil menggaruk tengkuknya salah tingkah.

 

Sungmin mengerutkan keningnya. “Kebiasaan apa?” tanya Sungmin sambil mengerjapkan matanya.

 

Kyuhyun yang kembali menoleh dan melihat gesture Sungmin, entah kenapa merasa kelu. ‘Sial. Kenapa aku jadi teringat kejadian kemarin malam disaat seperti ini’ Batinnya.

 

“Sudah hentikan! Jangan pasang wajah seperti itu. Kau ingin menggodaku ya?” tanyanya tidak sadar. ‘What? Kenapa aku bicara begitu?’

 

“Mwo? Apa katamu!”

 

“Sudah, aku hanya bercanda. Kenapa kau mudah sekali marah sih”

 

“Kau yang selalu memancing emosiku!” ketus Sungmin.

 

Suasana mendadak hening. Baik Kyuhyun maupun Sungmin sibuk dengan pikirannya sendiri.

 

“Min”

 

“Hmm?”

 

“Kau mau aku ajarkan bermain basket?”

 

Sungmin sedikit mengerutkan keningnya mendengar penawaran Kyuhyun. “Ada apa denganmu? Kenapa tiba – tiba baik dan menawarkan diri untuk mengajariku? Pasti ada yang kau rencanakan” Sungmin menyipit curiga.

 

“Ya! Bisa tidak kau singkirkan dulu pikiran burukmu itu? Aku hanya ingin menawarkan bantuan” ucap Kyuhyun tidak terima.

 

Sungmin mengibaskan tangannya. “Tidak perlu, aku bisa sendiri”

 

Kyuhyun mencibir. “Cih… lihat saja, memegang bola saja tidak benar. Bukan begitu cara memegang bola” Kyuhyun melangkah mendekati Sungmin.

 

“Y..ya! Mau apa kau?” hardik Sungmin saat Kyuhyun mendekatinya dan menyentuh pergelangan tangannya.

 

“Hanya mau mengajarimu memegang bola dengan benar” sahut Kyuhyun acuh. “Buka telapak tanganmu agak lebar. Lenturkan pergelagan tanganmu. Ya… jangan terlalu lemas seperti itu” Kyuhyun terus memberi instruksi pada Sungmin yang masih dengan enggan mengikutinya.

 

“Sekarang coba kau ayunkan tanganmu dan pantulkan bolanya ke lantai. Tekan bolanya saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tanganmu. Nah seperti itu”

 

“Lihatkan? Aku bisa kalau hanya seperti ini” ucap Sungmin sombong.

 

“Cih… sekarang coba kau masukkan bola itu kedalam ring” tantang Kyuhyun.

 

Sungmin mulai memasang kuda – kuda. “Ya! Posisimu itu salah. Condongkan sedikit badanmu kedepan, tekuk lututmu, posisikan bola diatas kepalamu dan tembak”

 

Shoot

 

“Ya! Kau ini bagaimana? Kau ini sebenarnya bisa tidak sih mengajariku? Lihat, bolanya tetap tidak mau masuk juga” ucap Sungmin kesal karena masih saja gagal memasukan bolanya.

 

“Kau yang tidak mengikuti instruksiku dengan benar. Aissh jinjja…” Kyuhyun kembali mendekatkan dirinya pada Sungmin. Memposisikan tubuhnya tepat dibelakang Sungmin.

 

“Buka kakimu selebar bahu, condongkan tubuhmu, tekuk lututmu sedikit…. jangan terlalu ditekuk, sedikit saja. Posisikan bolanya diatas kepalamu, rilekskan bahumu, dorong bolanya dan tembak”

 

Shoo… Duk..

 

Masuk!

 

“Yess… aku berhasil” Sungmin berteriak kegirangan karena berhasil memasukkan bolanya.

 

“Kyuhyun!”

 

Greep

 

Mungkin karena reflek atau apa, Sungmin berbalik memeluk Kyuhyun yang memang berada dibelakangnya. “Kyuhyun! Akhirnya aku berhasil” ucap Sungmin masih dengan nada girang. Kyuhyun hanya tersenyum mengangguk sambil melingkarkan tangannya di punggung Sungmin.

 

Keduanya masih dalam posisi seperti itu dalam beberapa menit. Menikmati hangatnya tubuh satu sama lain dan tanpa disadari pelukan itu menjadi lebih erat.

 

Deg… deg… deg

 

Terdengar suara detak jantung yang saling bersahutan. Sungmin langsung melepaskan pelukannya dengan wajah yang telah merona hebat. “M-maaf…. a-aku hanya terlalu senang” ucapnya merunduk menyembunyikan wajahnya.

 

Sementara Kyuhyun masih betah memandangi wajah Sungmin yang menurut penglihatannya justru terlihat lebih manis dengan wajah yang merona. Kyuhyun terus memperhatikan gerak – gerik Sungmin yang saat ini tengah menggigit bibir bawahnya dan mencengkram kuat ujung baju seragamnya. Terlihat sekali pemuda ini tengah gugup.

 

“A-aku harus pulang, Kyuhyun. Aku duluan” pamit Sungmin memutuskan untuk segera keluar dari situasi canggung itu. Sungmin berbalik dan mulai melangkah.

 

Greep

 

Sreet

 

Chu~

.

.

 

Tubikon

Stand By Me | KyuMin FF | Yaoi | Chap 2

Stand By Me

 

 

Genre : Romance, Drama

 

 

Chapter 2

 

 

Rate : T

 

 

Pairing : KyuMin

 

 

Warning : YAOI, Typo(s), Abal, OOC

 

 

Summary : Kyuhyun dan Sungmin adalah RIVAL. Mereka bersaing untuk mendapatkan hati seorang wanita. Namun, bagaimana jika cinta justru tumbuh ditengah persaingan mereka?

 

 

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Cerita ini murni milik saya ^^

.

.

.

“Minnie? Kau mau kemana?” Nyonya Lee mengerutkan dahi melihat sang anak sore ini yang sudah berpakaian engkap dan rapi.

 

“Aku mau ke pergi berkencan Eomma” jawab Sungmin santai sambil memakai sepatunya.

 

“Berkencan? Dengan siapa? Kau kan baru sembuh sayang. Lebih baik istirahat saja” ucap Nyonya Lee khawatir.

 

Sungmin tersenyum lembut. “Aku sudah istirahat total selama dua hari Eomma.aku perlu udara segar. Tenang saja, aku sudah benar – benar sembuh. Lagipula aku sudah berjanji”. Ucap Sungmin meyakinkan.

 

Nyonya Lee memandang anaknya. “Hmm, ya sudah, itu kemauanmu dan tidak bisa di cegah. Asal kau ingat jangan sampai telat makan, Min”

 

“Arraseo Eomma, aku pergi dulu, annyeong”

.

.

.

“Kau!”

 

“Kau lagi? Kenapa kau mengikutiku terus, hah?

 

“Mwo? Siapa yang mengikutimu! Kau yang mengikutiku!”

 

“Enak saja. Buktinya sekarang kau ada disini, apa namanya?”

 

“Aku kesini karena ada janji”

 

“Aku juga ada janji”

 

“Ka–“

 

“Mianhae aku terlambat”

 

Kedua namja yang sedang bertengkar, menoleh kearah suara halus itu terdengar.

 

“Yumi-ah” sahut keduanya.

 

“Mianhaeyo, Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi aku datang terlambat” ucap Yumi masih dengan senyum penyesalan. Kedua namja itu –Kyuhyun dan Sungmin– masih terdiam bingung. Melihat itu, Yumi kembali menundukan kepalanya.

 

“Ah, mian. Aku lupa memberitahu kalian berdua. Ehm, karena waktu itu kalian mengajakku ke tempat ini pada hari yang sama. Maka aku putuskan untuk pergi bertiga. Tidak apa kan? Bukankah bertiga lebih seru?”

 

Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa mendesah pasrah mendengarnya. Rencana yang mereka bangun untuk berkencan dengan Kim Yumi pupus sudah.

 

“Tidak apa kan?” tanya Yumi lagi karena tidak mendengar jawaban dari keduanya.

 

“Tidak apa Yumi” jawab Sungmin dengan senyum dipaksakan. Sementara Kyuhyun hanya bisa menggaruk belakang kepalanya.

 

Yumi tersenyum senang. “Baiklah, kalau begitu apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Yumi antusias.

 

Kyuhyun dan Sungmin saling pandang. Kemudian melempar pandangan pada Yumi kembali. “Terserah kau saja Yumi-ah” ucap Kyuhyun.

 

“Bagaimana kalo kita pergi menonton?” tawar Yumi berbinar.

 

“Baiklah” sahut keduanya pasrah.

.

.

.

“Ini” Yumi menyerahkan dua tiket kepada Kyuhyun dan Sungmin. “Sebenarnya aku sudah memesan online kemarin” terangnya.

 

“Seharusnya biarkan kami yang memesannya Yumi-ah” ucap Sungmin merasa tidak enak.

 

“Tidak apa. Aku terlalu bersemangat ingin menonton film ini. Jadi aku langsung memesannya”

 

“Ini film tentang apa?” tanya Kyuhyun yang merasa sangsi dengan judul film tersebut.

 

“Ini tentang–“

 

Drrt…drrt..

 

“Ah sebentar” ucap Yumi saat merasakan ponselnya bergetar. Dia melangkah menjauh untuk menjawab teleponnya.

 

“Hey, Sungmin. Menurutmu ini film apa?”

 

Sungmin menoleh. “Aku juga tidak tahu. Sudah, tidak usah banyak bertanya. Jika kau ragu, lebih baik kau pulang saja” ucap Sungmin mengibaskan tangannya.

 

Kyuhyun mendelik tidak setuju. “Dan membiarkanmu berduaan dengan Yumi? Tidak terima kasih”

 

Sungmin hanya memutar bola matanya.

 

“Hey, Sungmin” panggil Kyuhyun lagi.

 

“Apa!” jawab Sungmin sewot.

 

Kyuhyun berjengit. “Kau ini sewot sekali. Aku hanya ingin bertanya bagaimana keadaanmu? Kau kan baru saja sembuh, apa tidak apa jalan keluar seperti ini?” tanya Kyuhyun dengan nada khawatir.

 

Namun Sungmin tidak menyadari itu, dia justru tersenyum sinis melihat wajah Kyuhyun. “Maaf mengecewakanmu, tapi aku sudah sembuh seratus persen. Jadi lebih baik cari alasan lain untuk bisa ‘mengusir’ku pergi”.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih betah memandang wajah Sungmin yang sekarang terlihat lebih segar dibanding dua hari kemarin. Kyuhyun menghela nafas lega mengetahuinya.

 

“Kenapa sepertinya Yumi lama sekali”

 

Gumaman Sungmin menyadarkan Kyuhyun. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok mungil Yumi. “Apa kita masuk duluan saja? Pintu bioskopnya sudah dibuka” usul Kyuhyun.

 

“Tapi, bagaimana dengan Yumi?” kata Sungmin ragu.

 

Kyuhyun berpikir sebentar. “Kita masuk saja dulu. Nanti di dalam kita hubungi Yumi lagi” tawarnya.

 

“Tapi…”

 

“Sudahlah, ayo” tanpa menunggu persetujuan Sungmin, Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menariknya kedalam bioskop tersebut. Sungmin yang awalnya kaget, hanya bisa pasrah mengikuti Kyuhyun yang menarik tangannya.

 

Drrt…drrt..

 

Sungmin merasakan ponselnya bergetar tepat saat dia sudah duduk nyaman.

 

From : Kim Yumi

 

Sungmin-ssi…Mianhae

Aku tidak bisa ikut menonton

Aku harus segera pulang

Sekali lagi mianhae, kau lanjutkan saja dengan Kyuhyun-ssi

Mianhae..

 

“Mwo?”

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun tepat disebelahnya.

 

“Yumi tidak jadi menonton, dia ada urusan” jelas Sungmin. “Lebih baik sekarang kita keluar” Sungmin berniat bangkit kalau saja Kyuhyun tidak menahannya.

 

“Kenapa keluar? Sayang kan kalau tidak jadi nonton”

 

“Tapi…”

 

“Sudahlah, tidak ada salahnya kan kalau kita tetap menonton film ini. Lagipula Yumi pasti akan merasa bersalah kalau dia tahu kita tidak jadi nonton karena dirinya”

 

Sungmin berpikir sejenak. Memang sayang kalau tiket ini terbuang percuma. Tapi situasinya sekarang berbeda. Dia menonton film hanya berdua dengan Kyuhyun! Oh, kenapa tiba – tiba suhu berubah menjadi sedikit panas?

 

Sungmin menoleh melihat Kyuhyun yang tengah santainya memandangi layar meskipun film belum diputar. Benar juga, kenapa dia tidak bisa bersikap santai seperti Kyuhyun? Tidak ada yang aneh kan menonton film berdua dengan sesama namja? Anggap saja bersama teman. Tapi…

 

“Sungmin, aku benar – benar penasaran! Menurutmu film ini akan menceritakan tentang apa ya?” pertanyaan Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin.

 

“A-aku juga tidak tahu” jawab Sungmin sedikit tergugup. Ia merutuki kebodohannya kenapa bisa sampai gugup menjawab pertanyaan Kyuhyun. Lihat akibatnya, kini Kyuhyun tengah memperhatikan dirinya.

 

“Kau kenapa? Apa merasa sakit lagi?” tanya Kyuhyun hendak menyentuh kening Sungmin sebelum Sungmin segera menepisnya.

 

“T-tidak aku hanya kaget” jawab Sungmin jujur.

 

“Kaget?”

 

“Ah! Itu filmnya mau mulai” ucap Sungmin mengalihkan Kyuhyun yang terus menatapnya lekat.

 

Merasa tidak akan mendapat jawaban memuaskan, akhirnya Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya pada layar besar yang terpampang jelas di depan.

.

.

.

.

“Kalau tahu filmnya seperti itu, lebih baik tadi aku keluar saja!” gerutu Sungmin sambil memotong – motong daging di piringnya.

 

“Dari tadi kau menggerutu terus. Sudah, makan saja yang benar” jawab Kyuhyun sebelum menyuap makan malamnya.

 

Saat ini mereka sedang menikmati makan malam di sebuah restoran. Setelah dua jam lebih duduk terdiam menyaksikan film yang menurutnya membosankan. Awalnya Sungmin ingin langsung segera pulang, tapi Kyuhyun memaksanya untuk makan malam terlebih dahulu yang entah mengapa langsung dijawab anggukan kepala Sungmin tanpa perlawanan.

 

“Tapi memang film itu sangat membosankan! Kenapa Yumi memilih film seperti itu”

 

“Yumi kan seorang yeoja, tentu saja dia menyukai film romantis seperti itu. Lagipula menurutku cerita di film tadi cukup menarik” jawab Kyuhyun santai melanjutkan makannya.

 

Sungmin melirik. “Apanya yang menarik?” tanyanya.

 

Kyuhyun meletakkan alat makannya dan menopang dagunya. “Di film tadi menceritakan kalau kedua pemeran utama itu adalah sahabat yang berubah jadi cinta, kan? Mereka bersahabat sejak kecil, sayangnya yang lebih dulu menyadari ada perasaan berbeda dari keduanya adalah sang pria. Meskipun cerita itu pasaran, tapi aku suka dengan cara sang pria mempertahankan cintanya” terang Kyuhyun membuat Sungmin mengerjap tida mengerti. Sejujurnya, Sungmin tertidur mulai dari pertengahan film sampai di detik film itu berakhir. Melihat awal film itu, ia sangat yakin akan sangat membosankan sehingga memutuskan untuk tidur. Dia mengira Kyuhyun pun akan sama sepertinya. Tidak disangka ternyata Kyuhyun menikmati film tersebut.

 

“Tidak disangka” gumam Sungmin kecil. “Aku sudah selesai. Kau yang bayar ini semua kan? Kau yang mengajakku makan jadi kau yang harus bayar!” teriak Sungmin mengacungkan pisau makan ke wajah Kyuhyun.

 

Kyuhyun berjengit kaget melihatnya. “Ya! Turunkan pisau-mu! Tidak perlu khawatir, aku yang akan membayarnya! Kau tenang saja” Sungmin terkekeh pelan melihat wajah pucat Kyuhyun.

 

“Aku seperti pria yang sedang mengajak makan kekasihnya saja” gumam Kyuhyun yang terdengar samar oleh Sungmin.

 

“Apa?”

 

“Tidak. Pelayan!”

 

“Ya, Tuan?” tanya pelayan sopan.

 

“Aku minta bill”

 

“Baik, mohon tunggu sebentar”

 

Setelah sang pelayan pergi untuk mengambil bill, Kyuhyun segera mengambil dompetnya, namun–

 

“Sungmin”

 

“Hmm?”

 

“Dompetku tidak ada”

 

Sungmin yang masih asik meminum jus-nya, tersedak. “Uhuukk..Apa? dompetmu tidak ada?”

 

Kyuhyun mengangguk. “Iya, padahal jelas – jelas aku memasukkannya ke kantung belakang, tapi tidak ada” Kyuhyun terus memeriksa setiap tubuhnya.

 

Sungmin tersenyum mengejek, “Cih, bilang saja kau tidak punya uang untuk membayar semua makanan ini. Kalau tidak punya uang, bilang saja! Tidak usah berpura – pura kehilangan dompet. Sudahlah, biar aku yang bayar” ucap Sungmin seraya mengeluarkan dompetnya.

 

“MWO??” ucap Sungmin tiba – tiba.

 

“Kenapa?” tanya Kyuhyun penasaran.

 

“Dompetku juga tidak ada!”

 

“Apa?” teriak Kyuhyun panik. “Kapan terakhir kali kau memeriksa dompetmu?” tanya Kyuhyun menyelidik.

 

Sungmin kembali mengingat. “Saat bertemu dengan Yumi sebelum masuk bioskop” katanya.

 

“Ah! Pasti ada yang mencuri dompet kita saat memasuki ruang bioskop, Min. Terakhir kali aku memeriksa dompetku juga sebelum masuk bioskop” ucap Kyuhyun yakin.

 

“Lalu bagaimana kita akan membayar makanan ini Kyu?” cicit Sungmin gelisah takut ada yang mendengar.

 

Kyuhyun berusaha berpikir segala cara untuk meloloskan mereka berdua dari situasi ini. Dia tidak mau berakhir dengan mencuci piring di restoran ini.

 

“Tidak ada cara lain selain kabur, Min” saran Kyuhyun.

 

“Mwo?? Kau gila!”

 

“Tapi tidak ada cara lain, Min. Kita tidak bisa membayar makanan ini. Apa kau mau membayarnya dengan mencuci piring? Atau bisa saja kita dipukuli oleh keamanan tempat ini” jelas Kyuhyun ngeri.

 

“Tap–“

 

“Permisi Tuan. Ini bill anda”

 

Glekk

 

Lidah Sungmin mendadak kelu melihat seorang pelayan menyerahkan bill ke tangan Kyuhyun. Dalam sekejap dia merasa tidak bisa bernapas. Bulir keringat mulai keluar dari pelipisnya.

 

“Oh, baiklah” berbeda dengan Sungmin, Kyuhyun justru dengan santainya mengambil bill itu dan tersenyum pada sang pelayan. “Um, tapi aku ingin memesan satu menu lagi yang sama untuk dibawa pulang. Bisa kan?”

 

Tanpa menaruh curiga, sang pelayan dengan sopan mengundurkan diri membawa bill itu kembali dan segera pergi ke belakang untuk memberitahu pada sang koki menyiapkan menu yang sama.

 

“K-Kyu…kenapa kau memesan lagi? Kita mau membayar dengan apa?” tanya Sungmin gugup.

 

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. “Ssstt…kau diam dulu” ucap Kyuhyun berbisik sambil mengawasi keadaan sekitar.

 

Greep

 

Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin. “Ayo kita pergi dari sini Ming” ucap Kyuhyun sebelum berdiri dengan menarik tangan Sungmin.

 

“MWO??”

 

Dengan memasang wajah setenang mungkin, Kyuhyun melangkah keluar bersama Sungmin disebelahnya. Sesekali melempar senyum kepada pelayan lain yang menyapanya. Sementara Sungmin hanya bisa berdoa dalam hati semoga mereka tidak ketahuan dan berhasil lolos dari tempat ini. ‘Aku harus membuat pengakuan dosa setelah ini’ Batinnya.

 

Pintu keluar sudah terlihat di depan mata. Tinggal selangkah lagi mereka bisa bernapas lega sebelum–

 

“Tuan! Anda mau kemana? Ini pesanan anda dan bill-nya” teriak pelayan yang sedari tadi melayani mereka berdua.

 

“Kyu…”

 

“Aku hitung sampai tiga, kita lari” Kyuhyun menarik napas dalam. “LARIIII!!!”

 

“Ya! Jangan kabur kalian! Security kejar mereka! Mereka berdua belum membayar makanannya!”

.

.

.

“Hosh..hosh..hosh.. Kyu… berhenti sebentar, aku lelah” keluh Sungmin yang sudah dibanjiri peluh. Mereka sudah berlari sangat jauh dari restoran tersebut. Dan menurut Sungmin, tidak mungkin para penjaga itu mengejar mereka sejauh ini.

 

“Ayo Min. Ini belum jauh. Mereka bisa menangkap kita” ujar Kyuhyun cemas. Pandangannya masih beredar mengawasi keadaan.

 

“Tapi ini sudah cukup jauh Kyu. Tidak mungkin mereka mengejar sampai kesini” ucap Sungmin ditengah mengatur napasnya.

 

Kyuhyun mengusap wajahnya. “Ini belum jauh Min! Mereka–“

 

“Dimana kedua orang itu? Cepat cari dengan teliti”

 

Kyuhyun dan Sungmin membelalakan mata mendengar suara berat itu sangat dekat. Mereka berniat untuk berlari lagi sebelum menyadari kalau mereka terjebak di jalan buntu.

 

“Coba periksa gang kecil itu” seruan seseorang terdengar.

 

“Bagaimana ini?” tanya Sungmin panik saat mendengar langkah – langkah kaki semakin mendekat.

 

Kyuhyun mengepalkan tangan dan memejamkan matanya sebelum dengan cepat melepaskan jaket yang dia dan Sungmin pakai dan membuangnya ke tempat sampah. Dengan sigap dia tarik tubuh Sungmin merapat pada tubuhnya.

 

Chu~

 

Sungmin melebarkan matanya terkejut saat tanpa aba – aba Kyuhyun mencium bibirnya. Sungmin yang awalnya marah dan akan mendorong tubuh Kyuhyun, akhirnya mengerti ketika dia melihat tiga orang penjaga restoran berada di ujung gang ini. Dengan perlahan Sungmin memejamkan mata, takut penjaga itu menyadari.

 

Kyuhyun semakin merapatkan tubuh mereka hingga tidak sengaja bagian bawah tubuh mereka bergesekan dan mengirimkan sensasi aneh ke seluruh tubuh mereka.

 

“Ya! Dasar anak jaman sekarang semuanya mesum! Berciuman di gang sempit seperti ini. Dasar tidak tahu malu!” ujar seorang penjaga sengaja dibesarkan agar mereka mendengar.

 

“Sudahlah Hyung. Jangan mengganggu mereka, biarkan saja. Tujuan kita kan bukan untuk mencampuri urusan mereka” ujar penjaga lain yang lebih muda.

 

“Benar kata Taesuk. Lebih baik kita cari mereka di tempat lain sebelum mereka berdua pergi terlalu jauh”

 

Penjaga yang berujar kesal tadi akhirnya mengangguk. “Baiklah, ayo!” ujarnya seraya pergi meninggalkan dua orang yang sedang berciuman di gang sempit diikuti oleh kedua penjaga lain.

 

Sepertinya kepergian ketiga penjaga tadi sama sekali tidak mengusik Kyuhyun dan Sungmin. Entah mereka sadar atau tidak, mereka berdua masih saja melanjutkan aksi mereka. Malah dirasa semakin dalam.

 

Kedua tangan Kyuhyun yang tadinya berada di pinggang Sungmin, berpindah ke tengkuk Sungmin dengan satu tangan lain masih menahan pinggangnya. Sementara tangan Sungmin entah bagaimana sudah mengalung mesra di leher Kyuhyun.

 

Keduanya masih terlarut dalam sebuah ciuman –yang tadinya berniat untuk mengecoh– berubah menjadi pagutan dalam. Kyuhyun yang paling mendominasi. Ia menyesap rasa manis dari permukaan bibir plump menggoda milik Sungmin.

 

Tidak puas hanya bermain diluar, Kyuhyun memutuskan untuk menjelajah bagian dalam mulut Sungmin. Ia menggigit pelan bibir bawahSungmin. Dan seketika itu juga, Sungmin tersadar dengan apa yang dia lakukan.

 

“Apa – apaan kau?” tanyanya setelah berhasil mendorong tubuh Kyuhyun menjauh. Dengan napas tersengal, dia mengusap bibirnya yang terlihat merah membengkak dan basah.

 

Kyuhyun yang masih terkejut karena kenikmatannya diputus begitu saja hanya bisa mengerjapkan mata sambil terus menatap Sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan.

 

Ekspresi Kyuhyun itu membuat pipi Sungmin memanas. “Kau sengaja mengambil kesempatan ya” tudah Sungmin.

 

“Ya! Aku melakukan itu untuk melindungi kita! Kalau saja kau tidak lelah, kita bisa lebih menjauh dari mereka sehingga tidak perlu melakukan hal itu” bentak Kyuhyun tidak terima.

 

“Tapi mereka sudah pergi dari tadi! Kenapa kau masih melanjutkannya?”

 

“Mana aku tahu! Aku kan membelakangi mereka. Justru kau yang melihat mereka, seharusnya kau memberitahuku”

 

Sungmin mendadak tergugup. “A-aku… aku juga tidak melihat mereka” cicit Sungmin malu mengakui.

 

Kyuhyun menyeringai tampan melihat perubahan mimik dan intonasi suara Sungmin. Perlahan, Kyuhyun melangkah mendekati Sungmin. “Apa tadi kau memejamkan matamu?” tanyanya berbisik menggoda. “Apa kau terlanjur hanyut dalam ciuman kita tadi?” kali ini disertai hembusan napasnya di seruk leher Sungmin, membuat Sungmin hampir melenguh sebelum kembali mendorong tubuhnya.

 

“Ya! Kau–eungh”

 

“Min! Kau kenapa?” Kyuhyun berseru panik saat melihat tubuh Sungmin limbung. Dengan cekatan dia menahan tubuh Sungmin agar tidak terbentur aspal jalan.

 

Sungmin menggeleng lemah. “Tidak apa – apa. Aku hanya merasa kepalaku sedikit berputar” terangnya.

 

“Ini karena kau belum sembuh benar. Sudah kubilang seharusnya kau pulang saja dan beristirahat”

 

Sungmin sedikit mendelik. “Memangnya gara – gara siapa aku seperti ini, huh?” ujarnya menyindir.

 

Kyuhyun yang memang merasa bersalah hanya terdiam tidak menanggapi kata – kata Sungmin. Dia lebih memilih berjongkok dan menarik Sungmin keatas punggungnya.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan?” seru Sungmin dalam gendongan Kyuhyun.

 

“Menggendongmu, tentu saja” jawab Kyuhyun cuek sembari mulai melangkah keluar dari gang tersebut.

 

“Cepat turunkan aku!” Sungmin terus meronta dan menggerakkan kakinya agar Kyuhyun melepaskannya. Namun sepertinya hal itu sia – sia karena Kyuhyun justru terus berjalan sambil bersenandung kecil.

 

“Kyuhyun! Turunkan aku!”

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya tepat kearah Sungmin diatas punggungnya. “Kau sedang sakit, Min. Jika aku menurunkanmu, kau bisa saja pingsan dijalanan dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik kau diam dan terima saja. Aku hanya ingin menolongmu tidak lebih” ujar Kyuhyun dengan nada serius.

 

Akhirnya Sungmin mengangguk dan membiarkan Kyuhyun tetap menggendong tubuhnya. Sebenarnya Sungmin bukannya tidak suka, dia hanya merasa malu. Terlebih ketika dia mengingat dua belas tahun lalu saat keduanya masih kanak – kanak. Sungmin pernah terluka dilututnya karena terjatuh dari sepeda. Kyuhyun yang saat itu tangah berada di atas pohon sambil memakan buah, langsung turun dengan cepat menghampiri Sungmin. Dengan cepat dia membawa Sungmin diatas punggungnya seperti saat ini.

 

Ternyata Kyuhyun sama sekali tidak berubah. Dia tetap perhatian pada Sungmin meskipun hubungan mereka saat ini tidak sedekat dulu.

 

‘Aku merindukan saat – saat itu’

 

Tubikon..

 

No Copas

See ya