Are U Gonna Be My…err “Girl”? | KyuMin FF | OneShoot

Are U Gonna Be My “Girl” (?)

 

 

Genre : Romance, Drama

 

 

Rate : T

 

 

Pairing : KyuMin

 

 

Warning : Typo(s), Newbie, Abal, OOC

 

 

Summary : Kyuhyun terpesona dengan seorang penyanyi Café pada pandangan pertama.

 

 

Disclaimer : Kyuhyun milik Sungmin. Sungmin milik Kyuhyun. Saya milik Donghae. Tapi Donghae bukan milik saya T_T. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

.

Kyuhyun POV

 

Perkenalkan, aku Cho Kyuhyun usiaku 25 tahun. Aku adalah pemilik dari Hyundai Departement Store. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pakaian dan sejenisnya. Kalian pasti menganggap itu adalah perusahan keluarga bukan? Tidak. Itu adalah perusahaan yang ku dirikan sendiri. Aku bahkan tidak tahu siapa orangtuaku. Aku seorang yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan ELF.

 

Kalian pasti bingung kan di usiaku yang masih sangat muda ini, tapi aku sudah berhasil memiliki perusahaan sendiri. Ya, aku cukup beruntung karena dikaruniai otak yang jenius. Beberapa kali aku ikut kelas akelerasi dan alhasil aku mendapatkan gelar sarjanaku di usia delapan belas tahun. Hingga akhirnya diusia se-muda inilah aku sudah menjadi pengusaha sukses.

 

Ah cukup berbasa – basinya, saat ini aku sedang berada di Angel Racoon’s Cafe menunggu sahabat sekaligus Hyung-ku, Lee Donghae. Kebiasaannya dari dulu tak pernah hilang, selalu tidak tepat waktu.

 

Uriga mannage doen narul chugboghanun ee bamun
Hanulen dari pyo-igo byoldurun misojijyo
Gudeui misoga jiwojiji anhgil baleyo
Onjena haengbokhan nalduri gyesog doegil bilmyo

 

Aku mendengar suara lembut dari seoarng penyanyi Cafe ini menyanyikan lagu kesukaanku. Suara ini belum pernah aku dengar sebelumnya. Cafe ini memang menjadi Cafe favoritku dan selama aku disini, aku belum pernah mendengar suara selembut ini.

 

Ku alihkan pandanganku kearah panggung kecil didepan. Terlihat seorang yeoja dengan pakaian yang cukup santai sedang bernyanyi sambil memainkan gitar.

 

Deg~

 

Aku merasakan jantungku terpanggil berdetak lebih cepat saat melihat wajahnya. Dapat kulihat dengan jelas semua sudut wajahnya dibawah lampu sorot itu. Matanya yang bulat, hidungnya yang mungil, bibirnya yang tipis merah muda. Oh dapat kulihat juga gigi kelinci didalamnya.

 

Ya Tuhan, dia sangat cantik, eh ani… manis? Ani.. imut.. ah dia sempurna. Ya, wajahnya sangat sempurna. Baru pertama kali ini aku melihat seorang yeoja dengan wajah sesempurna miliknya. Suaranya juga begitu lembut dan terlihat sekali dia sangat lihai memainkan gitar di pangkuannya.

 

Soroui hwawone midumul shimgo haengbogul piwo
Maume yolsho-eul noege jonhe jul tenikka

 

Eh? Dia sudah selesai? Apa sebegitu terpesonanyakah diriku hingga tidak menyadari lagu kesukaanku telah usai ia nyanyikan. Hemm.. sepertinya aku sudah benar – benar jatuh padanya.

 

“Pelayan!” aku memanggil pelayan yang lewat di depanku. Dia berjalan menghampiri mejaku.

 

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” tanyanya ramah. Salah satu yang kusukai dari tempat ini adalah pelayannya yang sangat ramah.

 

“Hmm.. kau tahu siapa nama yeoja yang bernyanyi tadi?” tanyaku to the point.

 

“Yeoja?” tanyanya, aku mengangguk, dia terlihat berfikir sebentar. “Oh. Namanya Kim Taehee Tuan” jawabnya yakin.

 

“Kim Taehee” aku bergumam mengulang namanya.

 

“Ada lagi yang bisa saya bantu Tuan?” tanya pelayan itu lagi.

 

“Oh, tidak terima kasih” jawabku. Pelayan itu mengangguk serta memohon undur diri.

 

Kim Taehee. I think i’m in love.

.

.

.

=oooo=

.

.

.

“Ada apa denganmu?” suara tenor itu. Lee Donghae, sahabat sekaligus rekan kerjaku tiba – tiba sudagh berada di ruanganku menganggu khayalan indahku bersama Kim Taehee.

 

“Kenapa? Tidak ada apa – apa” jawabku santai. Namun sepertinya Donghae Hyung tidak puas dengan jawabanku. Terlihat dia memicingkan matanya menatapku.

 

“Kyu… kau sedang jatuh cinta?”

 

“Mwo? Ba-bagaimana kau tahu Hyung?” aku tidak menyangka Donghae Hyung yang sedikit bodoh ini dapat membaca hatiku?

 

“Hahaha… sudah kuduga. Itu terlihat sekali babo! Selama aku mengenalmu, kau belum pernah seperti ini sebelumnya. Sekarang katakan, siapa yeoja yang beruntung itu? Cinta pertama eoh?” tanyanya penuh selidik. Aku merasa pipiku memanas seketika.

 

“Dia sangat sempurna Hyung. Dia cantik, manis, imut, mempesona. Suaranya juga sangat merdu. Dia penyanyi di Cafe Kangin Hyung, namanya Kim Taehee” ucapku sambil mengingat suaranya yang merdu.

 

“Kim Taehee? Kau yakin mencintai yeoja itu?” tanya Donghae Hyung yang sepertinya meragukanku.

 

“Iya. Wae?”

 

Donghae Hyung menghela nafasnya dan duduk didepan mejaku. “Ya. Aku akui Kim Taehee itu memang cantik. Tapi dia tidak sesempurna yang kau bilang, dan suaranya pun masih standar menurutku” jelas Donghae yang membuat aku menaikan sebelah alisku.

 

“Berarti kau bodoh Hyung. Masa kau tidak bisa melihat wajahnya yang seperti malaikat. Dan aku rasa kau harus membersihkan kotoran yang ada di telingamu untuk dapat mendengar suaranya yang merdu” ujarku sedikit kesal.

 

“Ya! Aku kan hanya memastikan saja. Dan lagi suaranya memang standar. Wajahnya walau cantik tapi tidak manis dan imut. Hah.. sudahlah, aku tahu kau sedang jatuh cinta makanya semua yang ada dirinya terlihat bagus dimatamu. Tapi aku peringatkan, jangan sampai kau terlalu buta, Cho” ujar Donghae Hyung menasihatiku.

 

“Ne, Hyung. Sekarang mana berkas yang harus ku tandatangani?” ucapku penuh semangat. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku cepat. Aku ingin pergi ke suatu tempat sebelum ke Cafe Kangin Hyung.

 

Kyuhyun POV End

.

.

.

“Kim Taehee. Ada kiriman untukmu”

 

Kim Taehee yang merias diri, menghentikan kegiatannya dan menghampiri sesorang yang membawa seikat bunga mawar untuknya.

 

“Terima kasih” ucapnya manis.

 

“Wah… siapa yang mengirimu bunga? Kekasihmu kah?” tanya sesorang di samping Taehee.

 

“Ah, aku tidak punya kekasih Sungmin-ah” jawabnya malu – malu.

 

“Jinja? Kau secantik ini belum punya kekasih? Belum punya dua maksudnya ya?” ucap Sungmin mencoba menggoda teman se-profesinya itu.

 

“Hahaha.. kau bisa saja. Aku memang belum punya kekasih. Hmm.. belum ada yang cocok tepatnya. Tapi, siapa yang mengirimiku bunga seindah ini ya” ucap Taehee yang masih memandangi bunga di tangannya itu.

 

“Ah. Itu ada kartunya. Lihatlah, siapa tahu tertulis disana” ucap Sungmin ketika melihat sebuah kartu terselip diantara tangkai bunga itu.

 

Taehee membuka kartu itu. Sungmin yang ada disebelahnya ikut membaca karena penasaran.

 

Bunga itu cantik

Bunga itu indah

Sudah ku cari seluruh jenis bunga yang ada

Namun, mereka tetap tidak bisa mengalahkan keindahanmu

 

Cho Kyuhyun

 

“Cho Kyuhyun?”

 

“Kau tidak mengenalnya?” tanya Sungmin saat melihat ekspresi Taehee.

 

“Ani, Sungmin-ah. Aku belum pernah berkenalan dengan seseorang bernama Cho Kyuhyun” ujar Taehee seraya mengingat.

 

“Ah.. mungkin dia penggemarmu Taehee” ucap Sungmin yakin.

 

“Haha.. kau bisa saja. Mana mungkin aku punya penggemar” ujarnya sedikit sendu

 

“Kau selalu merendahkan dirimu Taehee-ah. Kau itu cantik, tidak mungkin jika tidak ada penggemar yang terpesona padamu” ujar Sungmin tulus.

 

“Tapi tetap saja, aku tidak bisa mengalahkan kecantikanmu Sungmin-ah” ujar Taehee disertai kerlingan matanya.

 

“Aisshh.. kau ini selalu saja. Sudahlah sebentar lagi aku harus tampil. Simpan bunga itu baik – baik. Sangat sayang jika bunga secantik itu layu” ujar Sungmin sebelum meninggalkan ruangan itu.

 

Taehee hanya tersenyum melihat tingkah temannya yang menurutnya sangat imut itu. Dia kembali memandang bunga yang ada di tangannya. Senyuman seketika terkembang.

 

“Cho Kyuhyun. Seperti apa orangnya?”

.

.

.

.

Kyuhyun POV

 

Aku benar – benar gugup sekarang. Aku sudah berada di Cafe ini. Apakah Taehee sudah menerima bunga yang kuberikan? Apa dia menyukainya? Apa dia tahu kalau itu aku? Aisshh.. harusnya aku saja sendiri yang mengantarnya. Tapi, entah kenapa aku terlalu gugup. Sepertinya aku harus belajar jurus playboy dari Donghae Hyung.

 

Aku mendengar dentingan piano dimainkan. Ya Tuhan, itu dia. Kapan dia naik? Aisshh.. lagi – lagi aku tak menyadarinya.

 

Gwireul makgo geudaereul deureobonda
Du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda

 

Dia mulai menyanyikan lagunya. Ha~ aku tidak salah jatuh cinta padanya. Kalian dengar saja, suaranya benar – benar indah. Donghae Hyung benar- benar harus pergi ke dokter telinga. Sepertinya telinganya sudah tersumbat kotoran cukup lebat.

 

Saranghaetdeon gieokdeuli nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireohke kkeutnandani mideul suga eobsneun geolyo
Gojak I jeongdor
o

 

Aku menyempatkan diri untuk melihat kesekelilingku. Mereka juga sama terpesonanya sepertiku. Bahkan aku melihat beberapa pria memandangnya tanpa berkedip. Ih apa – apaan mereka itu? Disebelah mereka sudah ada wanita, kenapa masih melihat wanitaku?

 

Wanitaku? Kenapa dadaku berdesir hebat saat aku menyebutnya seperti itu? Ya aku tahu ini cinta. Tapi, aku baru tahu kalau rasanya sehebat ini. Baru sepihak saja sudah seperti ini. Bagaimana jika dia membalasnya? Ayolah aku harus bertindak cepat.

 

Kyuhyun POV End

.

.

=oooo=

.

.

“Pastikan ini sampai ditangannya” Kyuhyun memberikan perintah pada orang suruhannya untuk mengantarkan bunga kepada Kim Taehee.

 

“Masih menyuruh orang juga, eoh? Kenapa tidak kau sendiri saja yang melakukannya Kyu?” tanya Donghae yang baru masuk keruangan Kyuhyun.

 

“Aku masih gugup Hyung” jawab Kyuhyun.

 

“Demi apa ini sudah tiga bulan dan kau masih gugup? Ayolah Cho, kau hanya berjalan di tempat jika seperti ini. Bagaimana jika nanti kau didahului namja lain?” ucap Donghae memprovokasi.

 

“Andwe! Jangan sampai terjadi seperti itu Hyung” ucap Kyuhyun takut.

 

“Kalau begitu cepat temui dia. Berkenalanlah secara langsung dengannya” Donghae memberi saran.

 

Kyuhyun terlihat berpikir. “Tapi bagaimana memulainya Hyung? Tidak mungkin kan aku tiba – tiba muncul dan bilang aku Cho Kyuhyun. Dia tidak akan semudah itu percaya” ujar Kyuhyun.

 

Donghae mendengus malas. “Babo! Cafe itu kan milik Kangin Hyung. Kau tinggal meminta bantuannya saja”

 

Kyuhyun lengsung sumringah. “Ah kau benar Hyung. Baiklah aku akan berbicara dengan Kangin Hyung” uar Kyuhyun bersemangat.

 

“Sebaiknya kau menemuinya sore ini saja sebelum Cafe dibuka Kyu”

.

.

.

Kyuhyun POV

 

Akhirnya hari ini datang. Hari dimana aku bisa menatap wajahnya langsung dan berbicara padanya. Setelah dipikir, Donghae Hyung benar. Ini sudah tiga bulan sejak aku pertama ksali melihatnya dan jatuh cinta padanya. Selama itu pula aku hanya mampu memberikan dia sesuatu dengan menyuruh orang lain. Jika aku tidak juga bertindak, dia akan diambil orang lain nanti.

 

Aku sudah sampai didepan Cafe Kangin Hyung sekarang ini. Perasaan gugup langsung menyeruak didalam hatiku. Bagaimana rasanya jika sepasang mata foxy indah itu menatap mataku. Suara merdunya menyebut namaku. Dan tangan lembutnya menjabat tanganku. Oh aku tak sanggup membayangkan seberapa besar kebahagiaan yang kudapat nanti.

 

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam Cafe ini. Terlihat beberapa karyawan Kangin Hyung sedang membereskan Cafe ini.

 

“Tuan Cho Kyuhyun?” seorang pelayan menyapaku.

 

“Ne” ucapku seraya mengangguk dan tersenyum.

 

“Anda sudah ditunggu Bos Kangin dan Kim Taehee diruangannya” ujarnya tersenyum penuh arti. Tentu saja pelayan ini tahu. Dia adalah orang yang memberitahuku siapa nama gadis itu dan beberapa kali aku meminta bantuannya untuk menyampaikan pesan pada Kim Taehee.

 

Aku mengangguk tersenyum dan mengikuti langkahnya hingga akhirnya tiba pada sebuah ruangan yang ku kenal merupakan ruangan pribadi Kangi Hyung.

 

Cklek

 

“Oh Kyuhyun” ucap Kangin Hyung melihatku menyuruhku masuk keruangannya beserta pelayan itu. Kangin Hyung menyuruhku duduk, terlihat dia sedang berbicara dengan seorang wanita yang cukup cantik. Tapi, dimana Taehee-ku? Bukankah tadi pelayan ini bilang Taehee sudah menunggu.

 

Kangin Hyung dan wanita yang tersenyum malu itu menghampiriku yang sudah duduk duluan.

 

“Nah tugasku disini adalah untuk memperkenalkan kalian. Cho Kyuhyun, ini Kim Taehee. Dan Taehee, inilah Cho Kyuhyun itu, dia adalah sahabatku juga”

 

Apa? Apa Kangin Hyung tidak salah? Dia bukan Kim Taehee yang kumaksud.

 

“Annyeonghaseyo. Kim Taehee Imnida” ujar wanita itu memberi salam. Tidak! Pasti tidak ada yang beres disini.

 

“Nah, sekarang kalian bisa berbicara berdua. Ada yang harus ku selesaikan” ucap Kangin Hyung mulai bangkit.

 

“Tunggu dulu Hyung!” Kangin Hyung sedikit terkejut mendengar ucapanku.

 

“Bukan dia Kim Taehee yang kumaksud” ujarku to the point.

 

“Apa maksudmu Kyuhyun?” tanya Kangin Hyung yang sedikit heran. Dapatku lihat juga pelayan dan wanita ini tampak heran.

 

“Aku menyukai salah satu penyanyi Cafe-mu. Tapi bukan dia orangnya”

 

“Kau bilang kau ingin berkenalan dengan Kim Taehee. Kau juga selalu memberinya karangan bunga sebelum tampil. Dan jelas – jelas itu untuk Kim Taehee. Dialah Kim Taehee, Kyu” ujar Kangin Hyung lugas.

 

“Tapi bukan dia Hyung! Apa ada Kim Taehee lain?” tanyaku.

 

“Maaf Tuan Cho Kyuhyun. Tapi aku satu – satunya Kim Taehee disini” ujar yeoja itu meyakinkanku.

 

“Aissh.. tapi benar bukan kau yang kumaksud selama ini” aku masih bingung, kalau dia ini Kim Taehee, lalu siapa yeoja itu? “Kau! Kim Jonghyun! Kau sendiri yang bilang padaku malam itu kan kalau yeoja yang bernyanyi malam itu bernama Kim Taehee. Tapi bukan orang ini kan” tanyaku pada Kim Jonghyun, pelayan yang selama ini membantuku.

 

“Maaf Tuan Cho. Tapi memang benar malam itu hanya Kim Taehee penyanyi wanita di Cafe ini” jelas Jonghyun yang semakin membuatku pusing.

 

“Tidak! Sudah jelas – jelas ada lagi selain dia! Wajahnya sangat manis dan suaranya merdu” terangku berharap ketiga orang ini mengerti.

 

“Kyuhyun. Mungkin kau salah tempat. Maksudku yeoja yang kau lihat itu di Cafe lain” ujar Kangin Hyung.

 

“Tidak Hyung! Jelas – jelas aku selalu melihatnya menyanyi di Cafe-mu. Ak–“

 

“Permisi Bos!”

 

Deg

 

Suara itu. Aku mengenal suara yang menginterupsi kalimatku. Segera kualihkan pandanganku pada sosok imut di dekat pintu. Dan benar saja! Dialah yeoja yang telah mencuri hatiku.

 

“Ah, maaf Bos. Saya tidak tahu jika sedang ada tamu. Permisi” oh tidak dia akan pergi lagi. Segera saja aku melangkah mendekati pintu.

 

“Tunggu!”

 

Grep

 

“Eh?” kuabaikan wajahnya yan heran karena lengannya aku tarik kedalam ruangan Kangin Hyung.

 

“Hyung! Ini dia yeoja yang kumaksud. Dialah yang selama ini aku suka” ujarku girang. Dapatku lihat keempat orang ini terbelalak tidak percaya.

 

“K-Kyu. Dia ini Lee Sungmin. Dan dia Namja” ujar Kangin Hyung sedikit terbata. Oh jadi namanya Lee Sungmin, berarti aku salah orang selama ini. Dan dia itu adalah….EH?

 

“MWO? NAMJA? Tidak Mungkin!”

 

“Mwo? Apa maksudmu tidak mungkin? Aku ini namja!” belum selesai keterkejutanku. Dia kembali membuatku terkejut dengan teriakannya.

 

“Tidak mungkin! Kau pasti sedang menyamar kan? Kau pasti yeoja! Tidak ada namja yang semanis dirimu!” ucapku masih teguh pendirian.

 

“Y-Ya! Aku memang namja, Babo! Sejak lahir aku sudah menjadi seorang namja!” bentaknya berkelit amarah. Oh tidak mungkin! Aku tidak percaya ini. Memang sih pakaiannya terlihat seperti namja. Tapi bisa saja dia seorang yeoja tomboy kan?

 

“Buktikan kalau kau memang namja” ucapku pada akhirnya. Aku tidak mudah dibohongi, Lee Sungmin. Kulihat dia terdiam seperti berpikir sebelum akhirnya dia menghela nafas menyerah.

 

“Baik” ucapnya. Eh? Apa yang akan dia lakukan?

 

Sreet

 

OMMO? A-apa – apaan ini?

 

“Kau lihatkan? Tubuhku ini tubuh seorang namja!”

 

Dia membuka bajunya dan memperlihatkan kulit tubuhnya yang putih. Oh, apa benar dia seorang namja? Namun melihat payudaranya dan abs samar di perutnya itu membuktikan kalau dia memang seorang namja. Tapi bagaimana bisa seorang namja memiliki kulit seputih dan sebersih dia? Tubuhnya terlihat pas berisi dan kenyal. Aku jadi ingin merasakan bagaimana halus tubuhnya. Tapi…

 

“Itu belum membuktikan apa – apa. Bisa saja kau seorang yeoja yang memiliki dada rata!” ucapku masih mempertahankan keyakinanku kalau dia yeoja.

 

“Apa? Kau ini benar – benar! Baiklah kalau begitu”

 

Apa yang dia lakukan? Mengapa dia membuka ikat pinggangnya.

 

“Heeh”

 

aku seperti mendengar seseorang menahan nafasnya berat. Ommo! aku lupa jika diruangan ini bukan hanya kami berdua. Dapat kulihat Kangin Hyung dan Jonghyun sedang menatap intens Sungmin dan Taehee yang menutup wajahnya malu. Tidak bisa dibiarkan! Aku tidak ingin tubuh Sungmin dinikmati orang lain selain aku.

 

Grep

 

“Sudah! Jangan lakukan itu! Aku percaya padamu! Sekarang cepat pakai pakaianmu” perintahku yang langsung diturutinya. Sepertinya dia juga baru menyadari kalau banyak mata yang sedang memperhatikannya.

 

“Sudah lihatkan? Aku ini namja!”

 

Aku mengangguk kaku. “Ya. Kau namja. Mafkan aku. Aku permisi dulu” aku keluar dari ruangan Kangin Hyung dengan kepala tertunduk. Jadi cinta pertamaku adalah seorang namja? Sepertinya aku jadi patah hati.

 

Kyuhyun POV End

.

.

.

Sungmin dan Taehee keluar dari ruangan Kangin untuk mempersiapkan diri karena hari sudah mulai gelap. Keduanya terlihat lesu, mereka sama – sama terlarut dalam pikirannya masing – masing hingga akhirnya mereka sampai diruangan rias mereka.

 

“Sungmin-ah.. ini” Taehee menunjukkan rangkaian bunga yang cantik pada Sungmin.

 

Sungmin mengerutkan dahinya memandang Taehee heran. “Ini milikmu” ucap Taehee tersenyum.

 

“Loh? Inikan punyamu Taehee” kata Sungmin.

 

“Tidak Sungmin-ah. Bunga ini salah alamat. Ini seharusnya untukmu. Cho Kyuhyun mengira kalau kau adalah Kim Taehee. Jadi, ini”

 

“Kau bercanda Taehee. Aku ini namja, masa aku dihadiahi bunga oleh namja lain?” ucap Sungmin tertawa sinis.

 

“Tapi kesempurnaan wajahmu mengalahkan yeoja, Sungmin-ah. Sepertinya Tuan Cho itu benar – benar menyukaimu” ujar Taehee yang meletakkan bunga itu di pangkuan Sungmin.

 

“Y-ya! Jangan bicara sembarangan Taehee-ah. Dia hanya mengagumi suaraku. Dan dia juga mengira aku ini yeoja. Jadi, tidak mungkin dia menyukaiku. Kami ini namja” ujar Sungmin yang terdengar gugup.

 

“Haha… memangnya kenapa? Bos Kangin saja berkencan dengan Leeteuk Oppa kan?”

 

“T-tapi kan… aiish, sudalah lebih baik kau cepat. Kau yang tampil pertama” ucap Sungmin mengalihkan pembicaraan.

 

Taehee terkikik geli melihat semburat merah Sungmin. “Baiklah, Tuan Cho Sungmin”

 

“Ya!” Taehee sudah melesat keluar sebelum Sungmin berteriak.

 

Sungmin POV

 

Aigoo.. ada apa dengan diriku? Kenapa wajahku terasa panas? Tuan Cho Sungmin? Aissh.. Kim Taehee memang suka menggodaku.

 

Bunga ini memang cantik sekali. Jadi semua ini seharusnya ditujukan untukku? Bunga – bunga dan kata – kata indah itu untukku? Bahkan tadi dia bilang aku manis?

 

Iishh Lee Sungmin! Enyahkan pikiran itu dari otakmu. Dia itu mengira kau yeoja makanya dia bersikap semanis itu. Kau lihatkan? Setelah mengetahui kalau kau namja, dia langsung keluar begitu saja. Berarti dia itu straight!

 

Eh? Memangnya kau berharap apa Lee Sungmin? Haah.. kau sudah benar – benar gila.

 

Sungmin POV End

.

.

.

Ting Tong

 

“Sebentar”

 

Cklek

 

“Hyung ~”

 

“Eh? Kyuhyun? Waeyo?”

 

Kyuhyun mengabaikan sejenak pertanyaan Donghae. Dia langsung masuk ke apartemen Donghae dan duduk di kursi ruang tamunya. Donghae yang melihat raut tidak enak dari wajah Kyuhyun hanya bisa membiarkannya.

 

“Waeyo Kyu? Tumben kau berkunjung ke apartemenku malam hari begini?” tanya Donghae setelah berada didepan Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang Donghae dengan tatapan melasnya. “Aku salah orang Hyung. Namanya bukan Kim Taehee, tapi Lee Sungmin”

 

“Eoh? Benarkan dugaanku. Setahuku Kim Taehee itu bukan seperti yang kau ceritakan selama ini. Lalu bagaimana? Kau sudah bertemu langsung dengan Lee Sungmin kan? Bagaimana perasaanmu?” tanya Donghae penasaran.

 

Kyuhyun menghela nafasnya. “Dia namja Hyung”

 

“MWO?”

 

“Iya. Lee Sungmin itu namja. Heuuh.. bagaimana aku tidak bisa membedakan orang? Tapi dia memang sempurna seperti yeoja, Hyung. Aku tidak menyangka ada namja sepertinya. Dia terlalu mempesona. Aiisshh… bagaimana ini Hyung?” Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Dia sudah terlalu jatuh pada Sungmin yang dikiranya yeoja. Ketika mengetahui kalau Sungmin namja, dia begitu syok. Tapi entah kenapa perasaannya tidak berubah sedikitpun. Malah rasanya, semakin besar.

 

“Hahahahahaha….. Cho Kyuhyun, kau? Hahahah”

 

Kyuhyun menatap kesal Donghae yang sedang tertawa terbahak – bahak sambil memegangi perutnya. “Ya! Hyung! Kenapa malah tertawa?!” bentak Kyuhyun kesal.

 

“Haha… habis kau ini lucu sekali. Jadi tampangmu kusut begitu karena ternyata cinta pertamamu itu namja? Hahah…” Donghae masih melanjutkan tawanya.

 

“Aiissh… Hyung! Aku serius! Kau tahu? Aku tidak mungkin bisa menghilangkan rasa cintaku begitu saja!” ujar Kyuhyun dengan nada panik.

 

“Kenapa harus dihilangkan?” ucap Donghae serius.

 

Kyuhyun menatap Donghae tidak percaya. “Hyung. Dia itu Namja. Nam-ja! Kau tahu kan?” jelas Kyuhyun pelan – pelan takut Donghae tidak bisa mengerti.

 

Donghae mengambil posisi tegap dalam duduknya. “Iya aku tahu dia namja. Lalu apa salahnya?”

 

Kyuhyun melebarkan matanya. “Hyung? Ka–“

 

“Chagiyaa~” sebuah suara memotong kalimat Kyuhyun.

 

Donghae dan Kyuhyun menoleh kearah sumber suara tersebut. Terlihat sosok yang manis keluar dari kamar Donghae dengan pakaian yang rapi. Sosok itu mendekat.

 

“Chagiyaa, aku tidak bisa menginap malam ini. Umma minta ditemani” sosok itu sekarang sudah duduk disamping Donghae dan mengampit lengannya.

 

“Hmm.. kenapa baru bilang? Kau malah sudah rapi” Donghae memenyunkan bibirnya tanda protes.

 

“Maaf Chagiya. Umma juga baru meneleponku” jelas sosok itu.

 

“Hmm.. yasudah kalau begitu. Tunggu sebentar, Ne? Aku ambil kunci mobil dulu”

 

“Tidak usah Hae-ah. Aku naik taksi saja. Lagipula kau kan ada tamu”

 

Donghae menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang sedang menatap mereka dengan tampang Babo-nya.

 

“Hihih.. aku sampai lupa. Hey Kyuhyun! Perkenalkan dia Lee Hyukjae kekasihku. Hyukkie Chagi, dia ini Kyuhyun, sahabat sekaligus rekan kerjaku”

 

“Annyeonghaseyo. Lee Hyukjae imnida. Kau bisa memanggilku Eunhyuk” ucap kekasih Donghae ramah.

 

“N-ne. Cho Kyuhyun imnida” balas Kyuhyun seraya membungkukan badan.

 

“Baiklah Chagi. Aku pulang dulu, Ne? Umma sudah menungguku”

 

Chu~

 

Kyuhyun membulatkan matanya ketika melihat adegan itu tepat didepannya. Pasangan kekasih itu benar – benar tidak tahu malu melakukan hal itu di depan orang lain.

 

“Aku pulang. Annyeong Kyuhyun-ssi” pamitnya dan mulai beranjak pergi.

 

“H-hyung” panggil Kyuhyun saat Donghae masih menatap Eunhyuk yang sudah pergi.

 

“Hmm?”

 

“Kekasihmu… namja?” tanya Kyuhyun ragu. Memang sih Eunhyuk cukup manis. Tapi dia yakin seratus persen kalau Lee Hyukjae itu seorang namja.

 

“Ne. Wae? Aku tidak pernah bilang kekasihku itu yeoja kan?” ucap Donghae santai.

 

“Tapi Hyung–“

 

“Memangnya kenapa kalau dia namja? Yang penting aku mencintainya dan dia mencintaiku. Kami bahagia karena bisa saling memiliki” jelas Donghae dengan senyum diwajahnya. Kyuhyun hanya terdiam berusaha mencerna ucapan Donghae.

 

“Dengar Kyu. Aku tahu mungkin ini sulit diterima oleh orang banyak. Tapi apa kau bisa membohongi perasaanmu sendiri? Memanipulasi hatimu untuk tidak mencintainya? Jujur, aku pernah berusaha menghindar. Tapi kau tahu apa yang terjadi? Semakin aku menolak, perasaan ini jauh lebih kuat. Dan jika aku tidak mau menerima perasaan ini, maka akan sangat menyakiti hati kami berdua. Dan saat aku memutuskan untuk menerima dan menjalaninya, hidupku terasa jauh lebih mudah” terang Donghae.

 

Kyuhyun menatap Donghae yang terlihat bahagia. “Jadi, menurutmu aku harus menerima perasaan ini Hyung?”

 

Donghae mengangguk mantap. “Terima dan perjuangkanlah. Yakini hatimu kalau dia memang pantas untuk kau perjuangkan”

 

Kyuhyun tersenyum mendengarnya. “Gomawo Hyung”

.

.

.

=oooo=

.

.

.

Kali ini Kyuhyun bergerak sendiri. Dia mencari tahu semua tentang Lee Sungmin seorang diri. Mulai dari tempat tinggal, keluarganya bahkan kegiatannya jika tidak menjadi penyanyi di Cafe Kangin.

 

Terima kasihlah pada  Lee Donghae yang membangkitkan semangatnya. Sebenarnya Kyuhyun tidak meragukan perasaannya pada Sungmin, meski dia tahu Sungmin itu namja. Tapi yang jadi masalahnya, apakah Sungmin sama sepertinya? Apa Sungmin juga merasakan apa yang dia rasakan? Tentu saja dia harus mencari tahu sendiri kan?

 

Ternyata Sungmin juga hidup seorang diri. Bedanya, orangtuanya mengalami kecelakaan saat usianya masih sepuluh tahun. Perusahaan milik appanya pun jatuh bangkrut karena tidak ada yang menangani. Dia sempat terlantar dan hidup dijalanan sebelum seseorang bernama Kim Heechul menemukan dan merawatnya sebagai adik sendiri.

 

Sekarang Kyuhyun tengah berada di depan sebuah Toko Bunga Hee’s Flower milik Heechul. Sebelum bekerja di Cafe Kangin, Sungmin pasti membantu menjaga toko bunga Hyung-nya itu. Terlihat dari luar Sungmin sedang merangkai bunga untuk pelanggannya. Kyuhyun memperhatikannya tanpa terlewat seinci pun. Bagaimana Sungmin tersenyum ramah, caranya merangkai bunga yang sangat indah dimata Kyuhyun.

 

Setelah pelanggan itu keluar, Kyuhyun memberanikan diri mendekati Sungmin. “H-hai Sungmin-ssi” sapanya gugup.

 

Sungmin yang sedang menata kembali bunga – bunga itu mematung sesaat. Dia tahu betul siapa pemilik suara bass ini. “K-Kyuhyun-ssi? Se-sedang apa kau disini?” tanyanya gugup sedikit terbayang saat dia memperlihatkan tubuhnya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun tiba – tiba merasa kelu melihat Sungmin yang mengerjap imut. ‘Ya Tuhan. Kau menciptakan makhluk ini begitu sempurna’ gumamnya dalam hati.

 

“A-aku kebetulan lewat dan melihatmu. Jadi kuputuskan untuk sekedar mampir” terangnya. “Kau bekerja disini juga Sungmin-ssi?” tanyanya pura – pura.

 

“Tidak. Ini milik Hyung-ku. Aku hanya membantunya” jawabnya.

 

Hening sesaat. Kyuhyun tidak tahu lagi harus berkata apa. Keduanya saling diam dan tidak bergerak dari tempatnya, hingga sebuah suara menginterupsi.

 

“Ehm.. maaf Tuan. Kau ingin membeli bunga atau hanya ingin berdiri disana?” ucap orang itu dengan pedas.

 

“A-ah. Aku berniat membeli, tapi tidak tahu harus membeli yang mana. Aku tidak begitu paham dengan bunga” jawabnya.

 

Heechul mengangguk. “Baguslah kalau begitu. Aku kira kau hanya ingin berdiri disana seperti orang ingin meminta sumbangan”

 

Jlebb

 

Kata – kata Heechul cukup menyakitkan menurut Kyuhyun. Meminta sumbangan? What the?

 

“Kalau soal memilihkan bunga, kau cukup berdiskusi dengan adikku. Dia sangat pandai dengan urusan itu. Sungmin-ah, kau bisa jaga toko ini sebentar? Hyung ada urusan dengan Hankyung Hyung” tanya Heechul.

 

Sungmin mengangguk patuh. “Ne, Hyung”

 

“Jadi Kyuhyun-ssi. Bisa kau katakan padaku seperti apa orangnya? Agar aku bisa memilihkan bunga yang tepat” ucap Sungmin dengan senyuman yang mematikan.

 

Kyuhyun hanya bisa terpana. Dia merasakan jantungnya yang berteriak ingin keluar. Mulutnya tetap tertutup rapat. Namun pandangannya tidak bisa lepas dari Sungmin.

 

“Kyuhyun-ssi?” ucap Sungmin lagi membuyarkan lamunan Kyuhyun.

 

“N-ne?”

 

“Kenapa kau malah terdiam?”

 

“Aku hanya bingung Sungminnie”

 

“N-ne?”

 

“Kenapa namja sepertimu bisa tampak begitu indah?” ucapnya tanpa sadar.

.

.

.

=ooooo=

“Kyuhyun? Sedang apa kau disini?” tanya Donghae heran ketika menemukan Kyuhyun berada di depan apartemennya.

 

“Hyung~ kau harus membantuku!”

 

Donghae menautkan alisnya. “Membantu apa?”

 

“Hari ini aku akan mengajak Sungmin berkencan. Bantu aku memperbaiki penampilan. Jeballl~” rengeknya manja.

 

Ini sudah berjalan hampir sebulan semenjak kejadian di toko bunga Heechul. Awalnya Kyuhyun sempat merutuki dirinya karena kelepasan. Tapi saat melihat semburat merah dipipi Sungmin, entah kenapa keberanian Kyuhyun malah muncul. Dia melancarkan aksinya mengeluarkan kata penggoda yang ditirunya dari Donghae. Dan ternyata berhasil! Semburat merah selalu muncul dipipi Sungmin. Dan itu semakin membuatnya gemas.

 

Selama sebulan ini, Kyuhyun tidak pernah absen mampir ke Cafe Kangin. Dia selalu ingin menyaksikan aksi Sungmin diatas panggung kecil itu. Dan dia juga selalu menunggu Sungmin hingga selesai dan mengajaknya pulang bersama. Kyuhyun takut jika Sungmin pulang sendiri selarut itu akan  membahayakan dirinya. Meski yaah, sebenarnya Sungmin tidak perlu dikhawatirkan seperti itu. Karena semanis – manisnya Sungmin, dia tetap seorang namja. Tapi biar bagaimanapun, Sungmin sangat menyukai diperlakukan seperti itu oleh Kyuhyun.

 

Seperti sekarang ini, akhirnya Kyuhyun berani mengajak Sungmin berkencan setelah sebulan melakukan pendekatan. Kyuhyun yang memang sedikit ‘kuno’ dalam hal penampilan, memaksa Donghae untuk membantunya. Dia tidak ingin mengecewakan Sungmin.

 

“Kyuhyun-ah… maaf membuatmu menunggu” Kyuhyun yang sedang berdiri di dekat mobilnya tercengang melihat penampilan Sungmin yang….

 

“Manis” ucapnya spontan.

 

“T-terima kasih” jawab Sungmin malu.

 

Kyuhyun tersenyum tulus dan menggenggam tangan Sungmin. “Kajja!” ucapnya.

.

.

.

Acara kencan mereka cukup sederhana. Mereka hanya berkeliling kota dengan tangan yang saling menggenggam. Kyuhyun sengaja melakukan itu. Dia meninggalkan mobilnya dirumah Sungmin. Dia ingin kencan dengan cara seperti ini. Awalnya Sungmin agak risih ketika orang – orang memandangi mereka berdua. Namun, melihat Kyuhyun yang terlihat cuek membuatnya tidak terlalu memikirkan hal itu.

 

Setelah puas berkeliling. Akhirnya mereka sampai di sungai Han. Menikmati semilir angin sejuk yang menerpa. “Ini” Kyuhyun menyodorkan sekaleng soda dingin pada Sungmin yang sedang duduk. “Kau pasti haus, minumlah” ucap Kyuhyun.

 

“Gomawo”

 

Hening

 

Entah karena mereka terlalu lelah atau karena terlalu menikmati momen ini.

 

“Sungmin-ah”

 

“Hmm”

 

“Kau tahu, aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya” ucap Kyuhyun sebagai kalimat pembuka. “Aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta dan pada siapa akhirnya aku jatuh cinta. Aku hanya berharap, jika suatu saat nanti aku jatuh cinta. Orang itu adalah orang yang tepat untukku” Sungmin hanya diam mendengar cerita Kyuhyun.

 

“Hingga akhirnya aku menemukan orang itu. Aku jatu cinta pada pandangan pertama. Matanya menghipnotisku. Senyumannya membuatku terbang. Dan suara merdunya menenangkan hatiku. Saat itulah aku yakin dia yeoja yang tepat” Kyuhyun berhenti sejenak. “Namun ternyata dia adalah namja. Awalnya aku begitu syok. Tapi aku sama sekali tidak menyesali karena jatuh cinta padanya. Namun yang aku takutkan adalah… akankah dia membalas perasaanku?”

 

Kyuhyun mengubah posisinya menjadi berdiri dihadapan Sungmin. Dia mengelus pipi Sungmin dan menggenggam tangannya kemudian mulai berlutut.

 

“K-Kyuhyun-ah? Apa yang kau lakukan?” Sungmin yang sedari tadi menahan perasaannya dengan cerita Kyuhyun mulai tercekat melihat Kyuhyun berlutut.

 

Kyuhyun menatap lurus ke mata Sungmin. “Aku tahu mungkin kau sedikit terkejut Ming. Terserah kau ingin mengataiku gila atau apa. Tapi, Aku mencintaimu Ming. Aku tahu kita ini sama – sama namja. Tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku ini Ming. Aku mencintaimu. Are you gonna be my girl?” tanya Kyuhyun penuh harap.

 

Sungmin terdiam. Kyuhyun sulit mengartikan tatapan matanya. Sungmin menutup matanya sejenak dan menghembuskan nafasnya perlahan. Dia membuka matanya. “Ani Kyu”

 

Jderr

 

Kyuhyun merasakan jantungnya tertohok mendengar jawaban Sungmin. Mungkin Kyuhyun memang terlalu percaya diri selama ini mengira Sungmin juga memiliki rasa yang sama.

 

Kyuhyun mengangguk lemah. “Aku mengerti, Ming. Aku tahu mungkin kau tidak seperti diriku. Aku bisa mengerti kau itu straight yang tentu saja hanya mencintai yeo–“

 

Chu~

 

Kyuhyun terbelalak kaget. Sungmin menciumnya! Perlu diulangi, Sungmin menciumnya tepat dibibir! Kyuhyun mematung, sama sekali tidak dapat berbuat apa – apa. Sungmin melepaskan ciumannya, dia mengusap pelan bibir Kyuhyun dan mengangkupkan wajahnya.

 

“Ani… Kyu. Aku ini namja. Kenapa kau memintaku untuk menjadi gadismu?” ucap Sungmin dengan senyumnya.

 

“M-Min?”

 

Sungmin terkekeh pelan melihat wajah kaget Kyuhyun. “Kau tahu? Aku juga mencintai seorang namja. Dia pengunjung Cafe tempatku bekerja. Aku juga menyukainya sejak pandangan pertama. Entahlah, aku juga merasa dia memandangiku. Tapi hatiku hancur ketika tahu dia justru menyukai temanku, Kim Taehee” ujar Sungmin.

 

“M-Ming? Kau?”

 

“Nado Saranghaeyo, Kyu”

 

Deg

 

“Aku juga mencintaimu. Tapi aku tidak ingin menjadi gadismu. Ingat! Aku ini namja” ucarnya seraya membusungkan dada. “Coba sekarang ucapkan dengan benar”

 

“Ming?”

 

“Jika kau tidak mengucapkannya sekarang. Aku tak akan menerimamu” ujar Sungmin cuek.

 

“Ya! Jangan begitu Ming! Kau kan sudah bilang kalau kau juga mencintaiku” sungut Kyuhyun tidak terima.

 

“Kalau begitu cepat ucapkan!” tuntut Sungmin.

 

“Baik..baik…ehm.. Lee Sungmin… are you gonna be my..err.. boy?”

 

Sungmin tersenyum manis. “Ne, aku mau Cho Kyuhyun”

 

“Kyaa~ terima kasih ne Chagiyaa~ aku mencintamu” sorak Kyuhyun sambil membawa Sungmin dalam dekapan hangatnya.

 

“Ne, Kyuhyun-ah. Aku juga mencintaimu” ujar Sungmin sambil membalas pelukan Kyuhyun.

 

Akhirnya cinta pertama Kyuhyun terbalaskan. Meski, cinta ini dipandang tidak wajar oleh semua orang. Yang terpenting adalah perasaan mereka berdua. Kyuhyun berjanji akan terus menjaga Sungmin dan tidak akan membiarkannya tersakiti.

 

“Jeongmal Saranghaeyo Sungmin-ah”

 

“Nado Kyu”

 

Dan ucapan itu berkahir dengan saling bertautnya bibir mereka. Tidak pedulikannya orang – orang yang memperhatikan mereka.

 

‘Aku sangat bahagia’

.

.

.

.

FIN

.

.

.

Sebuah Oneshoot gaje.

Sebenernya ini udah lama ada di file saya, tapi baru berani publish sekarang.

Entahlah, saya masih ragu buat publish ini awalnya.

Tapi, yaa.. semoga anda semua terhibur 🙂

 

Jangan lupa REVIEW-nya yaa ^^

 

restiero